Posts

Showing posts from 2007

Permintaan Puisi

"Buatkan aku puisi yang romantis", katamu dengan tatapan mata berharap. Tapi aku tak pandai berpuisi, juga aku tidak pandai merangkai kata-kata dan menyusunnya untuk menjadi karangan tentang cinta. Jadi, maafkan bila kata-kataku ini terasa garing dan terasa gombal. Entah sudah berapa juta kata yang aku keluarkan di dalam tulisan-tulisanku tentangmu di lembaran-lembaran kertas yang lain yang sebagian masih tersimpan dan sebagian yang lain kini entah ada dimana. Menulis tentangmu bagiku adalah seperti meneteskan sedikit demi sedikit air kebahagiaan yang aku terima saat aku mengkhayalkan tentang indah dirimu dan betapa kebahagiaan terasa sangat hangat terasa saat ada didekatmu, bersamamu. Hanya karena aku mencintaimu, maka aku membiarkan tangan lemah ini menjadi kuat dan bergerak mengikuti perintah hati dan fikiranku untuk menuliskan sesuatu tentang dirimu, segalanya tentang dirimu. Hanya karena aku mencintamu, maka aku serahkan segala aliran kata-kata ini menyusun sendiri tenta...

Renjani, dosa yang terus mengalir...

Renjani, dosa ini terus menerus mengalir tanpa henti di tiap detiknya harus ada cara untuk kita menghentikan aliran dosa ini agar tidak membawa kita kelautan azab jahannam. Seharusnya kebahagiaan ini hanya menghasilkan kegembiraan dan kesenangan serta kelegaan bagi kita yang merasakannya, tanpa ada sisa-sisa penyesalan disetiap akhir dari manis yang kita kecap. Seharusnya juga rajutan-rajutan cerita indah kita akan menjadi keindahan yang sebenarnya bila kita sedikitpun tidak menggunakan benang-benang kekotoran -- walau kekotoran itu sangat menyenangkan dan selalu membuat kita terbuai.. Kita baru menempuh seperempat perjalanan dan didepan kita masih menanti tiga perempat lagi perjalanan yang harus kita lalui yang kita tidak akan pernah tau ada kejadian-kejadian apa saja yang nanti kita hadapi. Memang, aku pernah mengatakan padamu bahwa aku akan selalu mendampingimu, menjagamu dari kegelapan dunia. Tapi bagaimana jika prajurit-prajurit dari negeri kegelapan itu menyerang kita saat kita s...

Perjalanan Hitam

Image
Bersama sore yang mulai menghitam... Bersama malam yang semakin pekat... dan taman yang menjadi remang dengan sedikit cahaya... yeah, perjalanan menuju hitam yang selalu kulakukan ditiap saatnya selalu memberi warna syahdu nan manis hitam; selalu menantiku dengan rindu ...

Rindu: rindu

Kerinduanku malam ini terkubur bersama waktu yang tidak henti-hentinya berputar. Terbesit akan satu harapan di esok pagi: waktu dapat berpihak kepadaku dan kerinduan ini dapat terbalaskan. salam duka, Thursday, 28 June, 2007 10:13 PM

Dimana Kau Tahu?

kau tahu, malam memberi duka padaku katanya aku tidak pantas bercanda bersama bintang-bintang kau tahu, malam juga memberi luka padaku katanya aku tidak pantas bercinta dengan purnama lalu, kau tahu dimana bahagia itu? Duren Sawit tengah malam 24 Juli 2007

Nas,

Nas, setelah jutaan tahun telah berlalu tanpa aku mengingatmu sedetikpun tapi entah mengapa kini aku mengingatmu kembali. Bayanganmu datang lagi dikehidupanku. Padahal sungguh mati aku telah melupakanmu dan menganggap kamu tidak pernah ada dikehidupanku. Nas, entah mengapa kini aku merindukanmu. Merindukan kebahagiaan yang pernah aku rasakan bersamamu walau hanya sesaat, sekejap. Lalu setelahnya cipratan noda darah membekas di tubuhku. Sampai kini... Mengapa bayanganmu harus hadir lagi, nas. Seharusnya semua kenangan tentangmu sudah lenyap dan tidak bersisa lagi. Karena kenangan bersamamu adalah semu dan kebahagiaan denganmu adalah pengkhianatan sebuah perasaan yang bodoh. Betapa tololnya perasaan ini, nas. Yang harus mengingatimu, kenangan tentang kekosongan. Ketidakbermaknaan waktu yang harus berceceran demi satu waktu sesaat demi sandiwara kebahagiaan yang pada akhirnya menjadi akhir ketidakbermaknaan hidup. Nas, terkutuk dirimu yang telah mencoret indah hidupku. Juga yang telah men...

Arti Malam

selalu dengan malam hitam menjadi kata bintang-bintang menjadi bahasa rintihan angin malam menjadi senandung kepedihan ada kepedihan dalam kesunyian ada kegalauan dalam kesendirian sunyi dan sendiri tak pernah lepas tak pernah pergi jiwaku pekat oleh kekosongan tanpa cahaya malam menjamah aku dalam kelamnya menyelimuti aku dengan dinginnya ku cinta malam dengan segala adanya ku cinta malam dengan segala adanya karena hanya malam yang menerima aku apa adanya dalam ketelanjangan dalam kesendirian dalam tawa dalam tangis malam memberikan aku senyuman dan arti dari sebuah kesendirian Jakarta Malam, 18 Mei 2007

Maaf, kawan!

Maafkan kami kawan, seharusnya airmata itu tidak keluar dari mata tajammu. Mata itu seharusnya tetap terang menyala agar tetap bisa menerangi langkah kami dalam menapaki kehidupan yang kadang remang dan kadang gelap.. Mata itu, mata yang seharusnya tetap membakar tapi mengapa dihari ini meredup dan mengeluarkan air-air cinta? Dan airmata itu sudah cukup membuat jiwa kami (juga) menangis. Kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kami sudah terlalu banyak dan kami terlalu mementingkan diri kami sendiri. Kami terlalu menuruti hawa nafsu kami. Hingga kami melupakan siapa diri kami ini dan siapa kita ini. Maafkan kami kawan, jiwa kekanak-kanakan telah menguasai kami hingga kami menjadi kerdil dan melupakan usia kami yang sesungguhnya. Terima kasih untuk sentuhan airmatamu kawan. Dengannya kami makin tersadarkan bahwa perjuanganmu memang sungguh sudah sangat jauh untuk kami. Segalanya kau korbankan untuk kami kawan, tapi tidak sedikitpun kau meminta pamrih dari kami. Tidak terhitung kepingan-kepin...

Mengapa Aku Menulis...

Aku menulis bukan karena ingin berpuitis. Aku bukan orang yang romantis dan aku juga orang yang malas menguras otakku untuk dapat memilih dan menyusun kata-kata dengan rapi agar terlihat sempurna indah dan manis. Aku tidak punya ingatan yang bagus untuk menghapal seluruh kata-kata manis yang sering keluar di dalam tulisan para pujangga. Aku juga tidak bisa bagaimana caranya menuangkan keindahan ke dalam kata-kata. Keindahan memang dapat terwakilkan oleh kata-kata tetapi tetap saja tidak dapat menjadikan kata-kata itu menjadi benar-benar indah seindah keindahan itu sendiri. Aku menulis karena memang ingin memberontak dari kungkungan imajinasi yang tidak pasti yang hanya tersimpan di dalam pikiran dan hanya akan membuatku lega dengan menuangkannya melalui sebuah tulisan. Mungkin. Aku menulis karena aku memang harus menulis, dan bercerita. Menceritakan suatu kisah yang tidak penting tetapi akan menjadi penting bagi diriku karena memang hanya dengan aku bercerita maka aku akan terasa lega....

Kopi Darat Pertama Milis SGA

Image
Pertemuan pertama, teman-teman milis Seno Gumira Ajidarma: Mas Sigit, Mas Rahmad, Mr. Andi, Mas Triono, Mbak Rita

Kumbang Malam

Image
Malam bernyanyi riang Tentang kumbang yang terbang ke bulan Melepas rindu yang selalu menyengat Mengantup sepi agar terjaga Kumbang menghayati nyanyian malam Sampai-sampai ikut terhanyut Kumbang memandangi malam Tak terasa airmata menetes Malam terdiam nyanyiannya habis Kumbang terpaku airmatanya juga habis Ayam jantan berkokok Mentari mulai bersinar Pagi datang, Dan kumbang lagi-lagi kehilangan malam! Duren Sawit, 01 April 2007

walimah TJ

Image
Tujuh Januari 2007