Taman Kenangan
Selamat malam. Maaf, malam ini aku meminjam bayangan dirimu untuk aku hadirkan ke dalam lamunanku. Harap maklum, aku sedang sendiri dan tidak ada kegiatan apa-apa. Kamu tenang saja, dalam lamunan yang nanti aku jabarkan kemudian, tidak akan ada unsur sara. Kalaupun nanti ditemukan sedikit yang menyerempet sara, aku pastikan itu adalah ketidaksengajaan. Ya, lagi-lagi harap maklum. Selamat malam bidadariku malamku, bagaimana kabar khayangan kini? Apakah sejuta bunga dari sejuta jenis bunga yang memiliki keindahan rupa dan keharuman tiada tara itu masih terawat dengan baik? Aku ingat saat pertama sampai terakhir berada disana, tidak ada yang berubah sama sekali. Mulai dari tata letak, jumlah, dan perkembangannya yang tidak pernah melahirkan tunas baru maupun mengering dan mati. "Bunga-bunga itu abadi", katamu sambil menggandeng tanganku dan menuntun langkahku menapaki jalan rerumputan yang sangat lembut agar aku tidak salah dalam melangkah, yang nantinya bisa menginjak bunga-...