Suara nyanyian rame-rame itu..., Bung Karno siapa yang punya..., semakin mendekati pintu kamar tidur Presiden Soekarno di Istana Merdeka. Udara panas bulan Juni yang penuh kumandang revolusioner, ditingkah riang gembira, dan diakhiri dengan romantisme, memantapkan 6 Juni wajib dimeriahkan. Meskipun orang Jawa tidak pernah mengadakan selamatan pada hari kelahirannya, namun agaknya sayang jika hari ulang tahun Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi, dilewatkan begitu saja tanpa kue dengan lilin-lilin di atasnya yang harus diembus. Kepala rumahtangga istana membawa kue itu dan Bu Hartini mengetuk pintu kamar tidur. Para pagar ayu, yang terdiri dari sekitar tiga puluh orang dara ayu melantunkan suara nyanyian rame-rame itu semakin menanjak, Bung Karno siapa yang punya. Yang punya kita semua.... Dengan ogah-ogahan bangun dari ranjang, Bung Karno berjalan berjingkat-jingkat karena lantai penuh buku yang bertebaran, menuju pintu. Begitu pintu dibuka, Bu Hartini menghambur memeluk Bung Karno dan ...