TEMAN KEMATIAN
Saat Aku membayangkan kamu di sudut kamar itu Aku tahu airmata yang indah itu mengalir melewati halus pipimu dan juga melewatii lututmu Tatkala kamu terpaku menatap kosong kekelaman Bertopang dagumu dengan lututmu menunduk matamu tak kuasa menahan beban isi di kepala tentang hidup Aku tahu kamu tersiksa di sana: Termenung dalam kesendirian mengharap asa –Saat itu pula Aku ingin berada di dekapanmu membelai panjang rambutmu yang terurai menyeka titik-titik airmata diantara celah lesungmu membisikkan syair-syair tentang cinta agar kamu bahagia agar Aku dapat melihat senyummu kembali terkembang– Tapi Aku tahu, disana kamu tidak ingin terganggu oleh siapapun oleh apapun Karena rasa sayang terhadap selain dirimu yang tak ingin mereka terluka olehmu dengan membagi penderitaanmu dengan yang lainnya… Aku membayangkan suatu ruang yang ditempati olehmu; dinding-dinding berlumut, sarang laba-laba yang menutupi bingkai- bingkai usang, buku-buku berserakan di lantai-lantai berdebu di temani kecoa-k...