Posts

Showing posts from 2009

Khayalan Tentang Duka

Dan bila kau harus pergi jauh dan tak kembali Ku akan merelakan mu bila kau bahagia Selamanya.. disana.. walau tanpaku Cepat atau lambat, kita pasti akan pergi dan memang harus pergi. Entah dalam waktu yang sesaat atau berkepanjangan, bukan karena terpaksa pergi tetapi ada saatnya kita memang harus pergi tanpa harus beralasan atau pura-pura punya kepentingan untuk pergi. Begitupun dengan dirimu, kekasih. Kamu tidak perlu pusing mencari-cari alasan untuk pergi jauh menghindar dariku, karena aku tidak akan menanyakan alasan mengapa kamu kini pergi dari kehidupanku. Saat aku mengenalmu, berani menjamah hari-harimu dan menyatukan gumpalan asmara kita saat itu pula aku telah menyisakan ruang untuk kehilanganmu. Tak pernah terpisahkan, perjumpaan adalah awal dari perpisahan. Ku akan mengerti cinta dengan semua yang terjadi Pastikan saja langkahmu tetap berarti Aku tidak akan bertanya tentang mengapa apalagi harus menyudutkan hidup, apa yang ada dan apa yang terjadi aku yakin sudah ada alu...

Mimpi-mu & Bahagia-ku

Bunda,  perjalanan ini sangat melelahkan, tapi aku selalu teringat pesan-mu bahwa semuanya akan baik-baik saja, selama apa yang kita inginkan adalah benar --bukan sesuatu yang mustahil. Bunda, sampai detik ini aku masih bertahan, dan berusaha mampu untuk bertahan menelusuri jejak langkah yang telah ditapaki orang terdahulu "aral adalah bunga kehidupan, bersahabatlah dengannya --maka ia tak akan menjadi bahaya bagimu" itu katamu disela dekapanmu saatku melemah --akan hidup. Bunda, mimpi-mu akan aku masih jauh dari pencapaian tapi senyuman yang selalu aku dapat, saat Kau bertanya, "Bagaimana kau kini, anakku?" Ahh, senyum itu selalu wangi --walau guratan tua diwajah-mu makin menjadi. Bunda, waktu berlari sungguh cepat, semakin ku kejar semakin cepat waktu berlari tapi tetap akan ku-kejar walau harus berlari sejauh mungkin, dan akan aku kejar walau sampai renta. Bunda, mimpi-mu akan aku hanya satu, Melihat aku Bahagia dan mimpi-ku juga hanya satu, Melihat Kau Bahagia.....

Buku-buku Seno Gumira Ajidarma

Image
Sekedar Koleksi Pribadi Buku-buku Seno Gumira Ajidarma SGA. Daftar bukunya sebagai berikut: 1. Saksi Mata 2. Dilarang Bernyanyi di Kamar Mandi (Edisi I dan II) 3. Negeri Kabut 4. Sebuah Pertanyaan untuk Cinta 5. Jazz, Parfum, dan Insiden 6. Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara 7. Iblis Tidak Pernah Mati 8 . Atas Nama Malam 9. Matinya Seorang Penari Telanjang 10. Layar Kata 11. Jakarta 2039 12. Dunia Sukab 13. Mengapa Kau Culik Anak Kami 14. Kematian Donny Osmond 15. Taksi Blues 16. Surat Dari Pal Merah 17. Sepotong Senja Untuk Pacarku 18. Sukab Intel Melayu: Misteri Harta Centini 19. Aku Kesepian Sayang, Datanglah Menjelang Kematian 20. Negeri Senja 21. Biola Tak Berdawai 22. Kitab Omong Kosong 23. Affair, Obrolan Tentang Jakarta 24. Kisah Mata 25. Kalatidha 26. Linguae 27. Kentut Metropolitan 28. Sembilan Wali dan Siti Jenar 29. Nagabumi I (Jurus Tanpa Bentuk) 30. Nagabumi II (Buddha, Pedang, & Penyamun Terbang) 31. Panji Tengkor...

Senandung Pengkhianatan

kita sama-sama tau, bahwa kemunafikan kita adalah sama semua kesenangan kita adalah semu walau beriringan dengan gelora yang membara memang, kita tidak pernah alpa akan siapa aku siapa juga kamu dimataku, dimatamu, dimata mereka dan terutama dimata dia selalu, setelah berkelakar dengan liur bercanda dengan peluh dan aku terjaga dgn mata terpejam setelahnya aku tersadar, ternyata aku harus tahu diri bahwa berkhayal berkhianat denganmu adalah salah! hhfff**

Aku Masih Ada...

ren, dalam remang kamarku yang sumpek dan pengap tanpa ada ventilasi udara dan bau bacin yang keluar dari sampah berbagai makanan basi yang teronggok di tempat sampah yang entah dari kapan ada dan tak terbuang. tapi aku masih disini. ren, tidak perlu aku beri tahu bagaimana kabarku kini, karena aku tidak mampu menuliskan bagaimana keadaan yang aku alami dengan uraian kata-kata yang tak mampu aku tulis dengan benar aku tidak bisa membohongi diriku, ren kata-kata tidak bisa menggambarkan keadaanku yang sebenarnya. ren, entah sudah berapa waktu aku lalui tanpa pernah sinar matahari menyentuh kulitku apalagi senja, aku sudah lupa bagaimana senja yang sering di elu-elukan keindahannya. tapi aku masih bertahan disini, ren dikamar dengan kesendirian tanpa udara. pffhhh... ren, malam ini aku kembali hadir, bukan untuk merintih tentang duka bukan pula untuk bercerita tentang luka yang akan menimbulkan pertanyaan; ada apa? malam ini aku kembali hadir, dan akan ada untuk malam-malam berikutnya me...

kembali...

ijinkan aku kembali datang, memuntahkan cerita dalam kata-kata seadanya tentang kejadian yang telah lalu, pengembaraan menjelajahi bukit-bukit waktu dengan mata terpejam dan (juga) tentang khayalan yang akan aku bisikan melalui kata-kata kepadamu... tunggu ya...