bukan lagu "Aku Cinta Kau & Dia" tetapi ini tentang "Kau Cinta Aku dan Dia"
Mungkin orang-orang akan menganggap aku lelaki yang sangat bodoh karena telah dibutakan oleh cinta. Tidak memakai logika, terlalu sok tegar dan kuat dalam menghadapi kemelut cinta yang terjadi di kehidupan saya ini. Setelah wanita yang aku cintai ternyata selama ini membelah hatinya da memendam perasaan cinta kepada lelaki yang lain. Seharusnya setelah mengetahui keadaan ini aku harus melepaskannya dan meninggalkannya dengan disisipi sedikit rasa benci karena perasaanku telah di khianati. Ya, di khianati walau baru sebatas perasaan karena belum sampai pada tahap 'jadian' lagi. Tapi apa iya, cinta yang buta harus terus-terusan dibiarkan menjadi buta dan membiarkan takdir berpihak bahwa cinta buta adalah mutlak dan tidak ada pengecualian selain penilaian terhadap cinta buta adalah buruk adanya? Aku memaafkan dan memberikan kesempatan lagi kepada wanita yang aku cintai bukan karena aku dibutakan oleh cinta yang saya miliki untuknya. Juga bukannya karena aku tidak memiliki logika, ...