Buat Emak. Mak, Maafkan kelakuan anakmu yang tak tahu diri ini. Ya, Mak, aku memang sungguh tidak tahu diri, karena setelah sekian lama kita hidup dalam kebersamaan, baru semalam aku menyadari bahwa Emak selalu ada buat aku dan bodohnya aku tidak pernah menganggap, apalagi memperdulikanmu, Mak. Setelah sekian puluh tahun aku hidup bersamamu baru semalam aku melihat wajahmu dengan seksama, Mak. Wajahmu yang ketika tidur terlihat tenang, tanpa beban padahal aku tahu, Emak yang sudah termakan usia tetapi masih tetap gigih dan tidak mengenal lelah selalu mencari cara agar dapat membahagiakan anak-anaknya. Sedang aku, dengan segala kebodohannya, masih saja tetap menyusahkanmu, Mak. Masih membiarkan Emak bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarga kita. Kerutan-kerutan di wajahmu, Mak, yang malam itu aku lihat sudah menghapiri dan hinggap diwajahmu. Menangis hatiku, Mak, Menangis, seperti saat ini, saat aku menulis sebuah ungkapan tentang kebodohanku ini yang entah Emak akan bisa membac...