Posts

Showing posts from February, 2008

Lautan Semangat

tiba-tiba saja, semua datang menghampiri berduyung-duyung memberi canda tawa tawa tawa membawa bendera bahagia balon-balon asmara bersorak sorai hore-hore aku terpesona tertawa tertawa tertawa malakasari, 27 Februari 2008

Dan ini surat buat Bapak

Pak, sama seperti saat aku melihat Emak yang sudah banyak berubah diri Bapak juga sudah sangat berubah; Bapak menua. Padahal masih dapat aku ingat Bapak yang masih gagah dulu, sering menggendongku saat Bapak mengajak Aku dan Abang jalan-jalan mengelilingi jakarta; ke monas dengan bis tingkat ke kebun binatang ragunan dengan bus pergi ke JakartaKota dengan menaiki kereta api saat aku kelelahan Bapak pasti menggendongku tapi kini Bapak juga telah menua seperti Emak rambut Bapak telah memutih semua keriput-keriput juga telah menggantikan tapi aku belum juga pernah mengganti keadaan aku belum pernah mengajak Bapak sekedar jalan-jalan memutari jakarta yang sudah banyak berubah tidak seperti dulu, saat Bapak mengajak aku jalan-jalan. Harusnya Bapak tidak hanya dirumah saja tiap harinya dan pergi ke pasar beberapa kali. harusnya aku sudah bisa mengajak bapak pergi ke monas yang sekarang tamannya lebih indah juga ada rusa yang menempati satu sudut taman di monas dan, Bapak pasti kaget dengan p...

Surat Buat Emak

Buat Emak. Mak, Maafkan kelakuan anakmu yang tak tahu diri ini. Ya, Mak, aku memang sungguh tidak tahu diri, karena setelah sekian lama kita hidup dalam kebersamaan, baru semalam aku menyadari bahwa Emak selalu ada buat aku dan bodohnya aku tidak pernah menganggap, apalagi memperdulikanmu, Mak. Setelah sekian puluh tahun aku hidup bersamamu baru semalam aku melihat wajahmu dengan seksama, Mak. Wajahmu yang ketika tidur terlihat tenang, tanpa beban padahal aku tahu, Emak yang sudah termakan usia tetapi masih tetap gigih dan tidak mengenal lelah selalu mencari cara agar dapat membahagiakan anak-anaknya. Sedang aku, dengan segala kebodohannya, masih saja tetap menyusahkanmu, Mak. Masih membiarkan Emak bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarga kita. Kerutan-kerutan di wajahmu, Mak, yang malam itu aku lihat sudah menghapiri dan hinggap diwajahmu. Menangis hatiku, Mak, Menangis, seperti saat ini, saat aku menulis sebuah ungkapan tentang kebodohanku ini yang entah Emak akan bisa membac...