S e n j a M u r k a
Senja murka, Membakar jalanan dan gedung-gedung dengan merah merambat masuk underpass, menyusuri gorong-gorong, melewati gang-gang kecil yang sesak dengan pemukiman kumuh tambal sulam Memerahkan lorong-lorong gelap dan tempat-tempat hitam Membunuh dan menguasai kelam Tak perduli cakrawala merintih minta di jemput Senja masuk ke dalam kamarku tanpa ketuk tanpa sapa Lalu merahnya memasuki kolong tempat tidurku Masuk ke dalam laci, lemari, sepatu, rak buku dan berlalu menembus jendela yang setengah terbuka “Wahai Senjaku yang manis, janganlah kamu merajuk,” tapi senja tetap memicingkan mata. Tanda kebencian! “Senjaku Sayang, tersenyumlah..” Senja tetap memerah, Setengah bumi telah di kuasainya Tujuh puluh persen alam semesta dibuatnya menyerah Senja telah membuat bencana melahirkan kedukaan manusia, “Aku akan tetap dengan pendirianku, membakar semua dengan merahku. Akan aku buat kalian tersiksa dan menderita! Inilah ganjaran akibat pengkhianatan kalian semua kepadaku! Karena menodai kei...