Posts

Showing posts from 2004

Cinta yang GIla

Gila!!! Mengapa cinta terkadang menjadi begitu busuk Menebarkan aroma yang tak sedap bagi sekelilingnya Begitu murah dan bertebaran di selokan-selokan Sampai banyak yang tak sudi untuk melihatnya Jijik seperti sampah, seperti muntahan manusia laknat Gila!!! Mengapa cinta selalu menunjukkan sikap yang aneh Yang seharusnya menjadi keindahan tapi ini menjadi kegelapan Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan? Siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini? Betapa kasihannya engkau cinta, yang kini telah menjadi objek kekotoran bagi manusia-manusia yang hanya mengharapkan materi dan mengatasnamakanmu demi birahi, kasihan... Apakah untuk ini engkau memiliki pembelaan, hai cinta? Sambil bernyanyi tentang cinta yang sudah tidak perawan lagi, Aku tunggu jawabanmu secepatnya, hai cinta! Jangan lama-lama yaa... Desember 2004

Malam dengan Hujan

Ada kejadian yang tidak biasa, Malam tadi Aku selalu terjaga dari tidur Hujan kali ini seakan mengusikku Mengganggu malamku dengan suara-suara parau Merintih menangis di saat Aku ingin terlelap Seakan-akan ingin membagikan kepedihannya Agar Aku (Juga) dapat menikmatinya Apakah tidak bisa kepedihan dirasakan sendiri? Aku bisa melakukan itu dan kini, Aku telah terbiasa Tapi berbagi kepedihan hanya berbuah kesengsaraan Penderitaan bagi yang akan di ajak berbagi Apakah tidak bisa airmata di pendam sendiri? Aku selalu melakukannya! 12 Desember 2004

Mimpi & Kenyataan yang Dramatis

men... dunia makin lama semakin menyempit manusia berkembang tanpa batas gue sesak dengan keadaan ini, men enggak ada tempat yang sunyi buat gue mencari gelap di setiap sudut selalu ada keramaian di keramaian selalu menciptakan gundah di hati gue tapi permasalahan yang enggak bisa gue elakkan, gue enggak bisa menghindar dari ini semua! Hampir tiap malam gue memimpikan kejadian-kejadian buruk dan setelah gue bergelut dengan alam nyata Ternyata, kejadian-kejadian yang gue alami sangat lebih buruk dari kejadian-kejadian buruk di mimpi gue!!! Men... Dramatis memang, dan sangat tragis Tapi memang seperti inilah gunjangan jiwa gue bergejolak. Awal Desember 2004

Hilang Lagi

Men, loe menghilang lagi. Padahal gue sempet ‘berandai’ tentang kita Apakah waktu dan jarak yang membuat loe enggan berbagi rasa bersama kita lagi disini? Semula gue merasa banyak faktor yang telah ‘merebut’ loe dari kita: jarak, situasi, teman baru loe, kekasih baru loe, lingkungan baru loe, kegiatan pengorganisasian loe, kehidupan baru loe yang sekarang, dan banyak lagi Men. Tapi sekarang entah Men, gue harus menyalahkan siapa dan kenapa? Gue enggak tau dan enggak megerti apakah loe menganggap kami itu ada atau menganggap kami hanya sebatas kerinduan yang dapat dirindukan secara sesaat saja? Apakah kami telah menjadi masa lalu di kehidupan loe? Sayang ya Men! Saat kita bersama terlalu banyak khayalan yang kita uraikan dengan kenyataan yang sekarang sedikitpun tidak tersentuh, apalagi terealisasikan... Maafin kegalauan hati gue, Men. Seorang manusia yang selalu berkhayal dapat selalu bersama sahabatnya tanpa ada perpisahan. Tapi gue udah enggak bisa berbuat apa-apa ...

duka

Duka ini makin berlarut-larut setelah semuanya terjadi. Aku tidak tahu dengan perasaan ini, seperti permainan tetapi ini terdapat di jiwa, dapat dirasa tanpa di kecap. Luka ini tidak seberapa dibandingkan dengan penyesalan Memperbaiki semua ini sangat tidak mungkin, apa lagi melupakannya...! Penyesalan... ya, penyesalan yang membuat aku kini bersemayam dengan duka. Duka yang kali ini tanpa airmata. Karena untuk duniaku, airmata telah tiada... Mati. Kepedihan selalu saja menemani kegalauan, tak mampu pergi Sesak di dada semakin menggelora, membara. Harus dengan apa? Dan bagaimana? Aku sudah bosan bertanya dengan hatiku tentang ini, Karena yang aku inginkan tidak aku dapatkan Dan yang aku dapatkan bukan pula yang aku inginkan... Nopember 2004

Malam yang Tak Pernah Berubah

Setiap malam selalu sama Sama membawa hitam menabur kelam Kelam menyelimuti angkasa dan bumi Bumi dengan airmata Aku pun selalu punya harapan yang sama Menabur kerinduan dengan bintang-bintang Berpelukan rembulan dan berkeluh kesah Tentang kejadian kemarin Aku dan malam di malam ini Bersama menghabiskan kelam yang hitam Bercerita tentang dua tiga kisah suram Sedikit isak tanpa tawa atas kisah yang sama Menjelajah kegelapan dengan tongkat si buta Bercakap angin dengan sedu sedan di jiwa Oktober 2004

Aku Tidak Bahagia

Men, Loe salah kalau menganggap gue manusia yang berbahagia. Salah men! Kini gak ada lagi yang bisa bikin gue bahagia Gue merasa kerdil men, gue merasa asing, gue ngerasa seperti robot. Melakukan rutinitas yang sangat menjenuhkan, sangat amat membosankan, men… Bukannya gue gak menikmati rezeki yang gue dapet Tapi dengan ini semua gue merasa banyak yang telah hilang dari kehidupan gue. Memang sih cepat atau lambat gue akan di hadapkan dengan situasi semacam ini, dan ini terlalu cepat buat gue, men… Banyak men yang telah menghilang dari kehidupan gue Sekarang gue udah gak bisa jadi “burung” lagi Gue gak bisa kemana-mana lagi, gue gak bisa mengirup “dunia”gue lagi. Gue bagai berada di dalam jeruji gue menjadi‘budak uang’ Sementara orang-orang yang dulu selalu ada di samping gue kini semuanya meninggalkan gue (termasuk loe, men!) Udah gak ada canda tawa, men Udah gak ada tempat buat gue melepas duka, men Gak ada tempat berbagi… Gue juga pengen kayak yang lain, bisa bahagia. Bahagia, men! S...

Kebebasan yang Menghilang

Kebebasanku telah hilang!!! Bersama dengan jalan waktu yang tega membudakkan Aku dengan materi Aku di belenggu dengan aktifitasku Mengapa Aku harus terperangkap dengan semua ini Sehingga tak Aku rasakan dan dapatkan lagi kebebasan itu?… Telah banyak yang hilang Telah banyak yang terlewatkan Telah banyak yang di lupakan Telah banyak... Dan masih banyak lagi bahkan terlalu banyak Hingga Aku menjadi kerdil dengan semua ini Di hari ini di tempat ini Aku merintih bersama dengan nestapa yang setia Aku kehilanganmu: Kebebasanku... Di hari ini Aku kembali ketempat ini membawa sejuta kerinduan yang terkubur Menumpahkan semua rasa rindu terpendam Di tempat ini Aku tahu bahwa hanya di sini semua dapat Aku nikmati Di sini, di tempat ini… Aku semakin tersadarkan oleh sesuatu yang mampu membahagiakan Aku Aku telah kehilanganmu Dan Aku sangat merindukanmu: Kebebasanku... Statsiun Jakarta-Kota 18 Agustus 2004 / 10:12

Mimpi & Kenyataan

“Tiada kemarahan menaburkan melati Menggelepar tertusuk kenistaan Kesucian abadi dalam angan-angan Tak tergapai oleh rajutan beringin tua” Aku tahu kamu masih tetap menjadi impian untukku, Kenyataan yang hanya menghadiahkan kehampaan Setiap Aku terbaring menatap kejora berseri Seakan rembulan selalu menantangku bersenggama Adakah malam mengkhianati sang fajar? Membodohi waktu merayunya untuk berhenti agar perselingkuhan dapat bahagia tanpa batas Mengundang malam-malam mengarungi awan-awan. Tapi kenyataan adalah kebenaran Dan khayalan adalah angan-angan lamunan Aku berada diantara keduanya Membagi adil diantara keduanya Pagi hari Aku berenang di lautan kenyataan Di malam harinya Aku terbang bersama khayalanku Saat mata ini terpejam Aku merasa kamu didekatku Setelah mata ini terbuka, Aku tahu ini hanya mimpi. Aku merindukanmu... Untuk kamu: yang pernah mengisi hatiku mengukir kisah cinta di jiwa berkelana dengan perasaan yang menggelora; yang pernah menjadi yang terindah di hidupku... 20...

Matinya Kedamaian

Berbahagialah hidupku ini Aku di temani oleh luka yang dalam Setiap hari Aku di sayangi dengan airmata dan kepedihan Bahkan Aku di rindukan oleh kebusukan dan juga pengkhianatan Waktu demi waktu yang Aku lalui di dampingi caci maki, kelaknatan, kebodohan, angkuh, galau, serta kebimbangan dan juga dusta Kesombongan yang berkepanjangan Derita keabadian Mereka selalu ada selalu setia mendampingiku Disampingku Selamanya… Persetan dengan kedamaian. 25 Juli 2004 / 01:30

Untuk Melati

Image
Kamu putih bersih serta harum Putihmu meyakinkan Aku kalau kamu suci Bersihmu membuatku membunuh bosan Harummu begitu mewangi membuat Aku terbuai, terlena Kamu begitu sempurna dalam penglihatanku Tidak ada yang tidak bisa di banggakan darimu Semuanya ada dan semuanya kamu miliki Andai Aku pandai berpuisi akan Aku buat kamu melayang setiap saat dengan ungkapan-ungkapan jiwa Andai Aku pintar bernyanyi akan Aku buat kamu tertidur pulas dengan senandung-senandung berteman dawai Tapi Aku belum mampu menjadi itu semua Aku baru bisa menjadi Aku yang seperti ini Hanya dengan jiwa berbalutkan ke ikhlasan Aku akan menyayangimu Hanya dengan cinta Aku akan menyelimutimu dari dinginnya kehampaan Apa itu sangat kurang, Hingga kamu tidak dapat Aku miliki? Awal April 2004

Alam yang tak berpihak

Kenapa Aku selalu bertemu dengan siang hari Siang yang penuh dengan manipulasi dan ketidak-adilan Sangat bodoh! Saat Aku butuh penyejuk tapi Aku diberinya matahari yang terik Saat Aku ingin kehangatan yang Aku dapatkan hanyalah hujan-hujan yang menggigilkan tubuh ini Saat Aku sangat ingin tenang malah deru manusia berbondong-bondong mengusik kesendirianku Tapi dimana mereka saat Aku ingin mereka menemaniku? Mereka menghilang tanpa kata! Saat tubuh ini lelah dan merindu akan mimpi indah tentang syurga kenyataan yang Aku terima sangat bertentangan sekali dengan yang Aku inginkan Aku di berondong berjuta-juta pekerjaan yang melelahkan Aku ingin, walau hanya sekali saja keegoisanku dapat menang dari kehidupan ajaib ini… Apakah terlalu berlebihan keinginanku ini? Hasratku ini? Aku normal! Aku sama dengan yang lain! Aku manusia biasa! Tapi mengapa Aku mendapat perlakuan yang bertentangan dengan yang lain? Sungguh! Sungguh tidak banyak yang Aku inginkan dari hidupku ini Aku hanya ingin hidup ...

Khayalan Sendiri

Mungkin Aku merasa kalau hari ini Aku menikmati kesendirianku dengan mengimajinasikan putri khayangan beserta dewi khayalan sedang bercinta denganku Menghabiskan waktu dengan saling bercumbu, mesra… Layaknya insan pecinta yang ada di dalam dunia nyata Mencurahkan kasih sayang dengan bisikan lembut serta dengan sentuhan hangat Bersama merangkai kuntum-kuntum bunga dan menaburinya di setiap sudut kamar Serta ranjang permadani nan megah Buah-buahan manis dan segar Anggur-anggur yang memabukkan Dan tak lupa irama musik melankolis sebagai hidangan pemanis Mungkin cuma khayalan Walau kemungkinan untuk nyata hanya ada di dalam angan Tapi itulah impianku di hari ini Impian nyata dariku Dari insan yang membutuhkan bisikan serta sentuhan cinta Dari yang terkasih Mengasihi dan juga di kasihi Mendamba sekaligus merindu Mendamba kalimat-kalimat yang dapat membuat jiwa melayang ke angkasa jingga Merindu belaian-belaian manja yang menjadikan diri bagai berada di padang bunga melati Lembut, mewangi, s...

Sahabat Cuma Diriku Sendiri,

Saat tubuh Aku menderita Apa mereka ada di sampingku? Saat jiwaku terluka Apa mereka ada menemani? Tidak!!! Mereka tidak pernah ada Saat semua itu terjadi sama diriku Karena mereka sibuk memikirkan dirinya sendiri Sedangkan Aku di sini sendiri Tanpa ada yang menemani Sahabat cuma diriku sendiri.*) Persetan! Awal 2004 ______________________ *) Diambil dari petikan lagu “Bersama Kita Menangis – SLANK”