Posts

Showing posts from March, 2005

Aku Tidak Mengerti,

Pada suatu pagi Pada saat matahari meneteskan kemilaunya Di suatu tempat Dimana rumput-rumput mengahampar hijau Mutiara-mutiara embun masih tersisa Di setiap celah di setiap ujung tubuh langsingnya Aku duduk di bangku taman memandang angin yang berhembus Menampar tubuhku memasuki kalbuku dan Aku membatu Melamun tentang bahagia dan cinta Seperti sepasang merpati putih yang memadu kasih di bawah lampu taman Bercanda suka ria berpelukan ciuman Berkejar-kejaran lalu terbang rendah di antara bunga-bunga Dan terbang tinggi menuju pohon angsana Menelusup dan mengumpat di antara ranting Apakah burung memiliki cinta layaknya manusia? Aku tidak mengerti, Ada daun-daun kering kerontang berserakan Melayang pergi entah kemana, di hembus angin Mengingatkanku akan hati seorang wanita Yang hinggap untuk sesaat lalu menghilang dalam kegelapan Apakah wanita di ciptakan dari kegelapan? Aku tidak mengerti, Maret 2005

D O S A

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang Aku ingin membuat pengakuan! Banyak dosa-dosa yang menghampiriku dan langsung mencumbuku, Dengan lembut Aku menyambut dosa-dosa itu, Lalu Aku dekap erat. Dosa-dosa itu selalu memanjakanku dan melayaniku utuh Mulai mata ini terbuka dari tidurku, Aku langsung di sambut dosa Sarapan pagi selalu dengan dosa, Bekerja dengan dosa, Makan siang dengan dosa, Bercanda dengan dosa, Bertamasya dengan dosa, Bersenggama dengan dosa, Hingga tidur dan bermimpi dengan penuh dosa. Tiada hari yang kulewatkan tapa kawanan dosa-dosa Aku beristri dan beranak pinak dengan dosa-dosa Membuat keluarga bahagia dan sejahtera Istriku, Aku ikutkan perkumpulan istri-istri pendosa Anak-anakku, ku sekolahkan di sekolah pendosa favorit Dan, Aku sendiri anggota komunitas seniman pendosa Hidupku seluruhnya Aku abdikan bersama dosa-dosa Hingga Aku mati dengan dosa terindah. Itulah kesaksian dan pengakuanku! Adakah syurga untukku, ya Rabbi? 19 Maret 2005

Surat cinta 1

Bias sinar matamu memang memiliki ketenangan sendiri, dan aku belum bisa mengetahui sepenuhnya karena disana masih menyimpan berbagai tanda tanya yang sangat sulit untuk aku terka. Maaf, aku tahu ini begitu singkat dan terkesan mengada-ada, tapi mata besarmu menantangku untuk menjelajahi hatimu. Aku tahu, dengan segala kerendahan hati ini, aku sangat tidak tahu diri hingga aku menaruh hati kepadamu. Dan (maaf dengan segala ketidaksopananku) aku ingin memilikimu. Kamu boleh mencerca kelancanganku ini... Tapi bila kamu memiliki rasa dan keinginan yang sama dengan yang aku ingini, mengapa tidak bila kita melebur menjadi satu kesatuan? Bila kamu mau, aku ingin mendampingimu melihat senja yang memerah memeluk tubuh cakrawala di tepian pantai yang rindang berpohon kelapa dengan nyanyian-nyanyian camar yang bercinta diantara pelepah. Aku juga akan membalut luka-luka masa lalumu dengan segenggam kelembutanku atau apabila masih kurang aku akan beri berbukit-bukit kasih sayangku hanya kepadamu. ...

Aku Tak Tahu,

Aku tahu Aku akan mati dalam waktu dekat Pahala masih jauh tercapai dan dosa semakin membukit Sementara Aku masih menopang kaku dan berleha-leha Memuliakan dunia menepikkan Akhirat Aku akan mati dalam waktu dekat Wangi Neraka terasa menyengat jiwa Taman Syurga menjauh dari pandangan mata Aku belum tahu mau kemana… Maret 2005