Posts

Showing posts from 2005

Cerita Tentang Ketenangan

1. Ketenangan datang mengetuk pintu Hatiku dengan tangannya yang lembut, “Permisi wahai Hati, bolehkan Aku masuk?” Ketenangan menyapa dengan kehalusan, setelah Aku membuka sedikit daun pintu Hatiku. Lalu ketenangan menceritakan perihal kedatangannya, “Biarkan Aku singgah wahai Hati, walau hanya sementara, untuk bercerita. Aku adalah ketenangan yang sangat membutuhkan ketenangan. Aku adalah ketenangan yang tidak memiliki cahaya. Aku membutuhkan cahaya ketenangan, apakah kamu memilikinya wahai Hati?” Dan Aku tersenyum. Lalu Aku membukakan pintu Hatiku untuk ketenangan. “Masuklah, hai ketenangan”. Ketenangan masuk dengan langkah yang terseok, dan setelah mendekat langsung memelukku, lalu menangis... Lama Aku terpaku atas apa yang terjadi, lalu... Ku belai ketenangan yang sedang butuh ketenangan! Ku kecup ketenangan yang sudah tidak memiliki cahaya! Ku peluk ketenangan yang sangat menginginkan cahaya ketenangan! Kemudian kenangan bercerita, “Ketenanganku telah terenggut oleh seorang pecint...

Cerita Di Suatu Senja Yang Pucat

17:47 Detik ini Aku yakin engkau sedang bersamanya, bersama kekasihmu berduaan di pinggir pantai dan sambil memandang senja yang untuk di hari ini terlihat agak pucat… Mungkin alam sudah lebih dahulu berduka untuk peristiwa yang akan terjadi dengan kalian berdua Walau engkau tidak memberi tahu kepadaku, tapi Aku dapat menangkap sesuatu yang Aku sendiri tidak begitu mengerti, begitu kuatnya berada di dalam dada ini, dan membayangkan dengan sangat pasti bahwa engkau sedang berada di sana, bersama kekasihmu Bersamanya, berbicara tentang hati yang luka dan harus tersembuhkan agar tidak bertambah besar serta menghilangkannya agar tidak berbekas. Setelah senja ini berlalu Aku bisa membayangkan engkau dengannya akan ke suatu tempat yang dulu pernah dua kali kita kesana –jembatan yang menghubungkan kita dengan lautan! Disana obrolah serius tentang hubungan kalian, akan dimulai... 18:24 1- Aku membayangkan kamu disana sedang menangis dan mungkin dengan sedikit ratapan agar dia bersedia dengan...

Tanpa Arti

Ku rajut benang kerinduan dengan janin kematian Dan ku bentuk menjadi baju hangat yang akan melindungiku dari dinginnya keterasingan akan diriku sendiri Tetap saja, walaupun Aku berusaha memahami pikiranku sendiri dan mengikuti kehendaknya, Aku tidak dapat merasakan kepuasan setelahnya. Hal yang terlalu gila untuk ku Akui sendiri: Aku menjadi semakin asing oleh diriku sendiri!!! Bila pikiranku mengatakan bahwa Aku harus menangis tetapi tubuhku ini malah mengekspresikannya dengan cekakakan tawa riang, padahal Aku menyadari bahwa itu adalah keterpura-puraan, kemunafikan. Bodoh, tidak ada kekompakkan antara jiwa dan tubuh ini. Seharusnya Aku berlinangan airmata saat hati ini berduka atau setidaknya ikut bersedih untuk menghargai sang hati. Tapi ini tidak, seperti ada dua kubu yang saling bertolak belakang di dalam diriku ini. Aneh. Keluguanku telah berganti dengan keliaran Ucapanku yang apa adanya menjadi berantakan Dan membentuk suatu ungkapan yang tidak jelas Kesopananku telah berubah d...

Pertanyaan Luka ?

Image
Terbuat dari apa luka itu? Perasaan yang mengiris, membuat hati meringis. Yang dapat menghancurkan keceriaan dan meluluh-lantahkan menjadi partikel-partikel kekecewaan. Menghanguskan kesenangan yang telah tertanam selama berjuta tahun hanya dengan waktu yang sekejap, Membuat asap-asap yang menyesakkan dan meninggalkan abu-abu penderitaan! Terbuat dari apa luka itu? Yang menjadikan kebersamaan sebagai suatu ancaman Dan menganggap kesetiaan adalah ketersia-siaan Sehingga tidak akan pernah dibiarkan tali kasih sayang bersatu bersama di dalam kekhusyukan. Terbuat dari apa luka itu? Yang kini membuatku tersiksa oleh cambukan-cambukan keberingasan hawa nafsu yang menorehkan kepedihan Dan tombak kecemburuan menancap telak tepat ditengah jantung hatiku hingga jiwaku berdarah-darah Serta hunusan pedang yang selalu siap menancapkan kesedihannya disaat Aku lengah akan perasaan yang dalam ini terhadapnya! Terbuat dari apa luka itu? Apakah luka itu karena gejolak-gejolak hati yang sobek? Atau, luka...

Mengapa Bintang?

Image
Sepertinya malam ini Aku merasakan satu cinta yang sudah lama Aku abaikan, hai cinta apa kabar? Boleh Aku memanggilmu Bintang? Ku harap ini tidak berlebihan. . . Dan malam ini Aku merindukan Bintang itu. (15.11.2005 00:13)* Dia bilang, “Di saat tengah malam, tiba-tiba saja Aku ingin duduk di teras depan tempatku bekerja dan menatap langit yang ternyata tidak kelam. Disana Aku melihat ada bulan penuh cukup terang dan ada satu Bintang yang berpijar terang di atasnya. Lalu Aku membanding-bandingkan, mana yang lebih indah, bulan penuh ataukah Bintang kecil yang benderang. Ternyata pilihanku tertuju kepada Bintang yang terlihat lebih kecil di bandingkan bulan.” Dia juga bilang, “Bintang jauh lebih indah, mulai dari bentuknya, pijaran sinarnya. Bintang juga selalu ada berpijar walau tidak terang di malam kelam, sedangkan bulan tidak, ia bisa datang untuk satu malam dan bisa menghilang dalam empat malam berturut-turut.” Dan dia melanjutkan, “Aku ingin memiliki Bintang itu, Bintang yang selal...

SAYANG DAN KENAPA?

Sejauh mana kita boleh membohongi hati kita sendiri kalau kita sangat menyayangi seseorang dengan seutuhnya tanpa embel-embel, tanpa alasan yang tidak-tidak! Dan seandainya harus dengan alasan, apakah pantas ketulusan sebuah kasih sayang di beri tuntutan dengan alasan-alasan yang malah akan membingungkan diri kita sendiri. Saat rasa sayang itu tumbuh dan bermekaran di dalam hati, bukankah terjadi tanpa kita sadari? Tapi mengapa kita sering diserbu oleh berbagai pertanyaan yang malah akan mengotori kasih sayang itu sendiri. Kenapa dan bagaimana bisa kita menyayangi orang lebih di tekankan disini dibandingkan seberapa besar kekuatan kasih sayang itu tercipta dan terekspresikan dalam nyata.Terkadang, kita malah direpotkan oleh hal-hal yang akan mengganggu proses kealamiahan dari keberlangsungan kasih sayang itu sendiri. Tidak bisakah perasaan sayang yang tumbuh dan berkembang setiap saat, setiap terjadi pertemuan dan tertuang bersama waktu dapat diterima keberadaannya secara utuh dan apa ...

Belajar Mengarang Surat Patah Hati

Jangan kaget kenapa tumben-tumbennya Aku nulis surat kayak begini ke Kamu. Aku cuma pengen ngomongin berbagai hal yang udah enggak cukup lagi Aku tampung sama ganjalan-ganjalan lainnya di hati Aku ini, yang Aku rasain sulit banget untuk kita bicarain secara langsung. Terasa banget, kurang lebih 1 tahun 5 bulan Aku ngejalanin hubungan ini sama Kamu. Banyak kejadian dan kisah telah Aku dan Kamu alami. Banyak kebahagiaan-kebahagiaan yang Aku dapetin dari Kamu, juga enggak sedikit sakit hati yang Aku rasain sama Kamu. Enggak sedikit … Pada awalnya Aku ngerasa kalau Kamu adalah sesosok cowok yang tepat untuk bisa ngejaga Aku, nyenengin Aku, dan ngebuat Aku merasa nyaman. Ya, emang pada awalnya Aku emang ngerasain itu sama Kamu. Tapi seiring waktu berjalan, perubahan-perubahan di diri Kamu makin keliatan, dan bikin Aku jadi enggak mengerti. Kebahagiaan-kebahagiaan saat Aku ada di samping Kamu, saat Kamu bisa membuat Aku terhibur dan tertawa lepas saat kita bercanda. Saat Kamu mau menjadi p...

C i n t a T u j u h T a h u n

Tujuh tahun menanam benih cinta di pekarangan hati. Sungguh sangat terasa berat Aku menjalaninya. Bayangkan, berapa juta liter air yang Aku butuhkan untuk menyiraminya setiap hari, dengan waktu dan takaran yang sudah sedemikian tepat Aku perhitungkan. Berapa ribuan kilogram pupuk harus Aku taburkan setiap harinya demi menjaga kesehatannya dan menjaga kesuburannya. Belum lagi dengan tenaga yang Aku berikan, dengan waktu yang Aku sisakan dari hidupku. * * * Sungguh, Aku mengatakan ini kepadamu bukan karena Aku ingin memamerkan kekuatanku, walau kenyataannya ini bukan kekuatan tetapi lebih kepada kelemahan yang berlindung dibelakang pohon kesombongan. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa Aku juga punya pengorbanan yang ingin mendapat pengakuan dan penghargaan yang menjadi layak untuk dipertimbangkan. Sejujurnya Aku sangat tidak ingin menjadi manusia yang dipandang lemah olehmu, tapi Aku menjadi begini karena Aku ingin kamu menjadi peka terhadapku, bahwa Aku ada dan keberadaan Aku bukan sebaga...

Dalam Kenangan

Dalam kenangan Aku kembali ke masa silam. Menerawangkan kenangan tantang sebuah keinginan yang tanpa di sengaja tercapai. Harapan kosong yang ternyata telah terlanjur menjadi sesuatu yang benar-benar dapat teraih. Saat malam tidak begitu kelam, bulan penuh tertutup awan tipis, tapi masih dapat menyinari malam, walau tidak benderang. Saat semilir angin pantai menderu dengan lembut, membelai kulitku yang seketika menjadi begitu menggigil. Saat desiran ombak sambut menyambut menjamah tepian terasa bagai senandung kesepian. Saat semuanya menjadi begitu berat untuk di lupakan. Aku kembalikan fikiranku pada malam itu, malam yang selalu saja Aku anggap sebagai mimpi yang terdalam. Malam yang mengantarkan Aku kepada suatu keadaan yang sampai saat ini masih dapat Aku terima dan tidak dapat Aku anggap sebagai ketidak-beruntungan. Malam-malam dimana kelelawar lebih berkuasa di bandingkan manusia, kengerian yang lebih terasa di bandingkan rasa aman. Aku sendiri. Menyeret tubuh ini menuju ke suatu ...

Sahabat???

Image
Aku masih belum mengerti dengan arti dari persahabatan Yang katanya, Yang kedengarannya, Yang rasanya, Buih-buih kesegaran hidup dapat dinikmati disana Aku tidak paham arti dari kata sahabat Berbagi, Mencipta: Kesenangan, kepedihan, hura-hura, Wah-wah-wah… Sahabat, Sahabat. Sahabat, Seseorang, Dua-tiga orang, Datang dan mendekat, Merangkul sambil menjilat Menghindar lalu menjauh, Setelah Aku sekarat Lalu menghilang, menghilang!!! Dalam duka, 07 Oktober 2005

Aku bercinta lagi,

men, Dalam kesadaran tinggi gue menyadari kalau ternyata gue sangat menyayangi dia, men! Dia yang seharusnya biasa aja, tetapi entah menjadi begitu luar biasa di kehidupan gue, men! Entah sekarang gue harus berbahagia atau tidak, karena gue merasa ada rasa nyaman saat dia ada di dekat gue, ada ketenangan yang gue gak bisa artikan sebagai apa dan bagaimana, yang pasti hati ini tenteram aja, men! Dan ini yang gue butuhkan men: Ketenangan Jiwa. Ada rasa takut kehilangan yang sangat, men, saat gue memandang keteduhan wajah dia sambil berfikiran tentang hari esok, tentang apa yang akan terjadi nanti dengannya. Apa yang harus gue lakukan, men? Agar gue gak terjebak dengan situasi ini, yang nantinya malahan membuat kegembiraan ini menjadi kekakuan dan akhirnya menjadi sesuatu yang mengecewakan: perpisahan! Dia, yang sebelumnya gak pernah gue bayangkan akan seperti ini. Dia, yang semula hanya gue anggap sebagai pecinta pada umumnya ternyata punya beberapa kelebihan yang enggak dipunya oleh wan...

Rasa Yang Tak Menyambung Asa

Terlalu banyak luka dan terlalu sering terulang kejadian yang tidak mengenakkan saat kita bertemu dan melakukan kegiatan-kegiatan yang membosankan Keterlaluan sekali, Aku rasa kita tidaklah bodoh dalam menghadapi segala ketololan yang semakin lama semakin membuat nyata kita menjadi lebih dungu daripada seekor keledai. Mengharapkan cinta yang tumbuh dengan dasar kesetiaan dan kasih sayang, Bermimpi tentang kisah yang tak berujung antara kita. Sudahlah, Jangan memaksakan keadaan ini Biarkan, Toh, tidak ada gunanya melakukan segala pembelaan dan pengorbanan karena itu hanya akan menjadi ketersia-siaan dan menghasilkan kehampaan. Singkatnya Aku sudah muak dengan semua ini Jadi, biarkanlah Aku sendiri tanpamu, pecundang!!! To : 51+2 September Dua Ribu Lima

Mawar dan Tukang Kebun

Image
Kelopak-kelopak mawar itu perlahan mulai mencuat lembut. Dengan perlahan dan pasti menimbulkan gerakan-gerakan seperti penari yang meluncur di atas es. Kelopak yang berjuang untuk bermekaran itu terus menari dengan kehalusannya Sedikit demi sedikit menebar kilau merah yang memukau – dan tentu saja dengan harumnya yang binal, yang membuat kupu-kupu tergoda. Kelopak itu mendekati kesempurnaan dalam mekarnya membuka lipatannya dengan teratur, berpelukan erat seakan saling menjaga dan tidak ingin terpisahkan Sempurna, indah, mewangi, akhirnya kelopak itu menjadi mawar yang terkembang utuh, indah dalam kesempurnaannya Merahnya memendarkan keharuman, tubuhnya memukau Sungguh-sungguh menggoda… Creess,… Tapi sayang, Keindahannya hanya sesaat, kelopak yang telah menjadi mawar tersebut merana, karena tukang kebun itu memotong tangkainya dengan gunting. Dan kemudian di kumpulkan bersama yang lainnya di dalam keranjang berwarna jingga Kelak kamu akan menemuinya di emperan-emperan toko yang menjual...

Cinta yang Menggelepar

setelah ini hanya akan ada rasa kesepian dan keterasingan karena kesendirian yang terlalu meraja di jiwa kebisingan tidak mampu mengusik dan mengusir keangkuhan selalu menjadi fondasi yang tidak terelakkan “ Aku tidak menginginkan dirimu ada disaat kesepian ini menghujamiku dengan sangat pedih Aku tidak mau mengganggu kebahagiaanmu Karena Aku tahu itu hanya milikmu ” Biar … biar … Aku masih terlihat perkasa dengan kepedihan membusung di dada Aku tetap jumawa menghadapi maut dari angkasa Tak usah menimbang kebimbanganku Biarkan saja begini adanya … Sekarang Aku tidak lagi sendiri Karena memang Aku tidak pernah sendiri Aku selalu bersua dan berdua dengannya Aku bercinta kasih dengan luka didada .. ! SEPTEMBER 2005

K e s a l

Sendiri di malam kelam hanya di temani oleh purnama yang enggan memberi sinarnya, hanya pendaran-pendaran kecil yang terpercik dari baranya. Sungguh pelit. Tapi biarlah, toh Aku tidak begitu perduli dengannya. Buktinya, Aku masih bisa tetap disini menyendiri dan tidak merasa terganggu dengan ketidak-hadiran sinar terangnya. Kulanjutkan lamunanku tentang dirimu. Memang sungguh tidak Aku sangka, waktu begitu berperan membunuh setiap gerakan kita. Waktu sangat menentukan tindakan kita. Coba seandainya tidak ada waktu yang berputar dan membatasi. Apa jadinya ya? Bisa melakukan segala kesenangan kita tanpa harus dikejar-kejar dengan kesenangan yang lain. Bisa berlari kesana- kemari dengan bebas tanpa harus di buntuti dengan kesibukan yang lain. Bisa terus berduaan terus dengan kamu. Mmm… * * * Itu yang selalu Aku sesali. Mengapa setiap Aku bersama kamu, waktu terasa begitu cepat berjalan, bahkan berlari. Sungguh-sungguh cepat. Padahal Aku ingin bisa bersama kamu dengan waktu yang agak lama....

Pada akhirnya,

Dan pada akhirnya, Aku memang membutuhkan cinta. Telah lama Aku kehilangan cinta, cinta yang memang selalu merajai kehidupan melalui kebahagiaannya. Cukup lama Aku menepikkan cinta dan menganggapnya sebagai kekosongan dan ketersia-siaan. Ternyata Aku kesepian tanpa cinta, ternyata Aku kehilangan sesuatu yang menjadi penggerak jiwa ini, Dan kini Aku menyadarinya. Semula Aku berfikir kalau Aku mampu menjalani hari-hari tanpa harus di dampingi dan di selimuti cinta. Bisa bergerak bebas dan melakukan berbagai kesenangan yang tak terbatas oleh kehendak cinta dan belenggu-belenggunya. Tanpa cinta, Aku masih mampu merasakan hangatnya siraman metari, menikmati keindahan senja yang siap membakar cakrawala dengan merahnya, menyusuri malam dalam damai bersama bintang-bintang. Tapi Aku merasakan itu semua, sangat mempesona di dalam khayalanku. Karena tanpa cinta, keindahan alam nyata hanya akan menjadi khayal tanpa perwujudan. Dan Aku, mimpi bersama khayalan-khayalanku. Cintalah yang menjadi peny...

S e n j a M u r k a

Senja murka, Membakar jalanan dan gedung-gedung dengan merah merambat masuk underpass, menyusuri gorong-gorong, melewati gang-gang kecil yang sesak dengan pemukiman kumuh tambal sulam Memerahkan lorong-lorong gelap dan tempat-tempat hitam Membunuh dan menguasai kelam Tak perduli cakrawala merintih minta di jemput Senja masuk ke dalam kamarku tanpa ketuk tanpa sapa Lalu merahnya memasuki kolong tempat tidurku Masuk ke dalam laci, lemari, sepatu, rak buku dan berlalu menembus jendela yang setengah terbuka “Wahai Senjaku yang manis, janganlah kamu merajuk,” tapi senja tetap memicingkan mata. Tanda kebencian! “Senjaku Sayang, tersenyumlah..” Senja tetap memerah, Setengah bumi telah di kuasainya Tujuh puluh persen alam semesta dibuatnya menyerah Senja telah membuat bencana melahirkan kedukaan manusia, “Aku akan tetap dengan pendirianku, membakar semua dengan merahku. Akan aku buat kalian tersiksa dan menderita! Inilah ganjaran akibat pengkhianatan kalian semua kepadaku! Karena menodai kei...

To : Rengganis si Cantik

Tolong acuhkan saja tulisan ini, seandainya di setiap kata yang terurai setelah ini hanya merupakan kegombalan semata bagi kamu. Tapi sungguh, semua ini Aku lakukan atas kesadaran hatiku yang mendekati ketulusan dari sebuah cinta, yang sekilas terasa murahan namun bila kamu dapat menangkapnya dan memahaminya, akan kamu rasakan berbagai getaran di setiap perjalanannya. Dan maaf sebelumnya, bila baha-sanya ngaco, tidak beraturan dan bersok-sokan dalam berpuitis, maaf.  Adalah wajahmu yang memancarkan kesejukan hingga membuat Aku terpesona setiap kali memandangmu, dan senyummu nan menawan membuat Aku terperosok tak berdaya. Sampai Aku memaki diriku sendiri karena tidak bisa menatapmu lebih lama lagi. Di tambah dengan sipuan malu yang terkadang langsung memalingkan wajahmu saat kita beradu pandang (Aku tahu dimata itu tersimpan misteri –-yang harus Aku singkap). Aku ingat, di hari itu, saat mentari masih berbenah diri mempercantik rupa sebelum menjamah pagi dengan hangatnya. Kamu data...

Surat Cinta 2

Hari pertama jantungku berdebar-debar Saat kamu datang menayapaku Yang semestinya aku harus berlaku biasa tetapi mengapa aku menjadi berlaku tidak biasa? Aku harus bagaimana? Dan apa mauku? Huh, aku jadi tidak mengerti! capek jantungku berdetak terus memompa kegalauan Jenuh aku memiliki hati yang lemah terhadap cinta. Haruskah aku menyalahkan kamu yang telah bersedia untuk aku kenal? Atau aku harus mencaci maki diriku sendiri atas kebodohanku yang begitu mudah jatuh hati kepadamu? Cinta, mengapa aku begitu murahan terhadapmu. Mengumbar dengan mudah perasaan ini dan dengan begitu cepat. Cinta, mengapa setiap saat aku harus memikirkan cinta? Padahal masih banyak yang harus aku prioritaskan seperti: keluarga, pekerjaan, masa depan... Cinta, sungguh benar-benar bodoh hati ini, yang terlalu bahkan amat terlalu nanar meratapimu Tolonglah lepas dariku barang satu hari atau dua minggu, biarkan aku memikirkan hal lain agar aku tidak selalu terbuai oleh keindahanmu... cinta... Aku bersalah, maaf...

R A T A P A N

Masa-masa itu sudah lewat dan berlalu, dan tidak akan mungkin menjadi abadi – kecuali dalam mimpi. Secara perlahan angan-angan itu memang harus menghilang dalam kehidupan ini. Menghilang untuk selama-lamanya. Tegasku berkata: Khayalan ini terlalu menyesakkan untuk direalisasikan di alam nyata. Jadi, biarkan semua ini... Sudah menjadi fitrah manusia dalam menjalani kehidupan ini, dimana kebahagiaan dan kehancuran punya peranannya dan saat-saat yang selalu dilalui olehnya. Kita berada di dalam bumi manusia, berarti kita harus selalu siap untuk di singgahi, baik dalam tempo yang sangat singkat atau menetap dan menjadi bagian dalam nadi dan darah kita. Kebahagiaan seorang manusia dilambangkan dengan cinta dan kasih sayang beserta prilaku-prilaku manisnya. Selagi cinta itu tumbuh dan merekah, sudah tentu pasti senyuman akan selalu terkembang bersama waktu yang dilalui. Ada kedamaian dan langkah ceria dalam hari-hari yang di imajinasikan dengan penuh warna-warna, mulai dari kuning ceria, me...

ADAKAH CINTA UNTUKKU?

malam ini, bulan penuh bersinar dengan seri Aku menatap beku dalam dingin menerka senyuman dengan kekosongan haruskah ada teka-teki dalam tanya yang tak terjawab? Memang tak terlihat angin menderu Tak tersentuh sinar benderang Tapi, masih ada alpa untuk satu cinta Yang tetap harus Aku sibak sampai renta Dan tak akan berhenti bertanya Padamu, adakah cinta untukku? 2005

Sekedar Sajak

Sajak untukmu masih tersimpan di dalam fikiranku Dan aku masih belum berani menggoreskannya di secarik kertas ini Karena sajak untukmu sungguh berat untuk aku uraikan Pernah aku mencoba memberanikan diri untuk memulai, Tetapi tangan ini langsung bergetar seakan-akan memberi peringatan kepadaku agar tidak melakukannya Menulis sajak untukmu ternyata bukan saja membutuhkan keberanian tetapi juga membutuhkan kekuatan mental yang sangat tinggi Karena sajak untukmu bisa membuatku gemetar bergeretak Juga dibutuhkan ketegaran hati yang dalam karena sajak untukmu dapat mencucurkan airmata ini lalu menjadi kering dalam seketika Serta sajak untukmu memerkukan hati yang sangat bersih Yang tidak dikotori dengan noda-noda kemunafikan, keangkuhan, pengkhianatan, hawa nafsu, kebiadaban dan luka… Sajak untukmu harus dilandasi dengan jiwa yang suci, kejernihan fikiran, kesabaran, keperdulian, kejujuran, dan juga dengan senyuman Karena sajak untukmu sajak tentang rasa sayangku kepadamu Sajakku sajak tent...

Aku Tidak Mengerti,

Pada suatu pagi Pada saat matahari meneteskan kemilaunya Di suatu tempat Dimana rumput-rumput mengahampar hijau Mutiara-mutiara embun masih tersisa Di setiap celah di setiap ujung tubuh langsingnya Aku duduk di bangku taman memandang angin yang berhembus Menampar tubuhku memasuki kalbuku dan Aku membatu Melamun tentang bahagia dan cinta Seperti sepasang merpati putih yang memadu kasih di bawah lampu taman Bercanda suka ria berpelukan ciuman Berkejar-kejaran lalu terbang rendah di antara bunga-bunga Dan terbang tinggi menuju pohon angsana Menelusup dan mengumpat di antara ranting Apakah burung memiliki cinta layaknya manusia? Aku tidak mengerti, Ada daun-daun kering kerontang berserakan Melayang pergi entah kemana, di hembus angin Mengingatkanku akan hati seorang wanita Yang hinggap untuk sesaat lalu menghilang dalam kegelapan Apakah wanita di ciptakan dari kegelapan? Aku tidak mengerti, Maret 2005

D O S A

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang Aku ingin membuat pengakuan! Banyak dosa-dosa yang menghampiriku dan langsung mencumbuku, Dengan lembut Aku menyambut dosa-dosa itu, Lalu Aku dekap erat. Dosa-dosa itu selalu memanjakanku dan melayaniku utuh Mulai mata ini terbuka dari tidurku, Aku langsung di sambut dosa Sarapan pagi selalu dengan dosa, Bekerja dengan dosa, Makan siang dengan dosa, Bercanda dengan dosa, Bertamasya dengan dosa, Bersenggama dengan dosa, Hingga tidur dan bermimpi dengan penuh dosa. Tiada hari yang kulewatkan tapa kawanan dosa-dosa Aku beristri dan beranak pinak dengan dosa-dosa Membuat keluarga bahagia dan sejahtera Istriku, Aku ikutkan perkumpulan istri-istri pendosa Anak-anakku, ku sekolahkan di sekolah pendosa favorit Dan, Aku sendiri anggota komunitas seniman pendosa Hidupku seluruhnya Aku abdikan bersama dosa-dosa Hingga Aku mati dengan dosa terindah. Itulah kesaksian dan pengakuanku! Adakah syurga untukku, ya Rabbi? 19 Maret 2005

Surat cinta 1

Bias sinar matamu memang memiliki ketenangan sendiri, dan aku belum bisa mengetahui sepenuhnya karena disana masih menyimpan berbagai tanda tanya yang sangat sulit untuk aku terka. Maaf, aku tahu ini begitu singkat dan terkesan mengada-ada, tapi mata besarmu menantangku untuk menjelajahi hatimu. Aku tahu, dengan segala kerendahan hati ini, aku sangat tidak tahu diri hingga aku menaruh hati kepadamu. Dan (maaf dengan segala ketidaksopananku) aku ingin memilikimu. Kamu boleh mencerca kelancanganku ini... Tapi bila kamu memiliki rasa dan keinginan yang sama dengan yang aku ingini, mengapa tidak bila kita melebur menjadi satu kesatuan? Bila kamu mau, aku ingin mendampingimu melihat senja yang memerah memeluk tubuh cakrawala di tepian pantai yang rindang berpohon kelapa dengan nyanyian-nyanyian camar yang bercinta diantara pelepah. Aku juga akan membalut luka-luka masa lalumu dengan segenggam kelembutanku atau apabila masih kurang aku akan beri berbukit-bukit kasih sayangku hanya kepadamu. ...

Aku Tak Tahu,

Aku tahu Aku akan mati dalam waktu dekat Pahala masih jauh tercapai dan dosa semakin membukit Sementara Aku masih menopang kaku dan berleha-leha Memuliakan dunia menepikkan Akhirat Aku akan mati dalam waktu dekat Wangi Neraka terasa menyengat jiwa Taman Syurga menjauh dari pandangan mata Aku belum tahu mau kemana… Maret 2005

Mati Rasa

Apa benar dia menyayangiku? Atau dia hanya iba kepadaku? Entahlah. Segalanya terlihat samar-samar. Tidak jelas. Walau dia sering menyebut kata sayang, tapi tidak Aku merasakan rasa sayangnya untuk tubuhku ini, atau saat dia ada di sampingku, tidak ada getaran-getaran yang menandakan dia menyayangiku. Aneh. Apa Aku mati rasa? Atau Aku tidak mengetahui rasa sayang seperti apa rasanya? Banyak orang bilang rasa sayang itu akan di ungkapkan dengan perhatiannya, kepeduliannya, kebaikannya, Kesetiaannya (?), sentuhannya (mm..) Dia pernah melakukan itu semua. Nihil. Semuanya kosong. Aku tetap tidak dapat merasakannya. Aku sudah mencoba dengan berbagai cara agar Aku dapat bisa menikmati rasa sayang yang dia miliki. Mulai dari menyayanginya dengan sepenuh hati, Memberikan semua yang dia inginkan, Menjaganya serta membuatnya agar dapat selalu tersenyum. Agar dia merasa nyaman bersamaku, dan dia pasti secara alami pun akan memberikan sayangnya untukku. Dan sampai saat ini, Aku ingin terus berusaha...

to: 51+2

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku. Sudah banyak kisah yang kita ciptakan, tak terhitung dengan pasti waktu yang kita lalui dan sekarang menghasilkan kekosongan belaka. Semakin aku mengenal kamu, semakin aku tidak mengetahui dan bahkan mencoba untuk sedikit memahami kamu. Kamu selalu menciptakan kegamangan yang mebuatku merasa makin dan semakin terpojok. Terlebih saat kamu datang dengan membawa airmata dan aku tidak tahu harus berbuat apa! Aku ingin sekali dapat terus melindungimu, menjagamu dari segala kemungkinan yang akan terjadi. Menjemputmu di ujung jalan serta mengantarmu sampai di ujung gang rumahmu Memberikan sebagian waktuku untuk dirimu agar kamu merasa nyaman... Tapi mengapa kamu menghalangiku, seakan-akan kamu menolak dengan halus berbagai keinginanku dengan kamu. Kamu memberikan aku minuman, tetapi kamu melarang aku untuk meminumnya [?]) kamu selalu bercerita tentang berbagai kesedihan, seakan kamu orang yang paling menderita. Kamu merasa tidak ada ya...

MATAHARI TIDAK PERNAH MERATAP

Matahari benderang Awan tersingkirkan angin Angin… angin… angin… Menghempas keteduhan Terik membuat dahaga Mengeringkan kerongkongan Menjadikan penderitaan Meratap… meratap… meratap… Wajah-wajah sendu di hembus angin Muka muka nestapa di biarkan meratap Panas serta mendampingi Menyebar aroma menyiksa Membelai alam dengan sayang Memeluk buaian asmara Matahari gentar meratap Awan di hembus angin dengan mantap Membiarkan cerita berlalu Tanpa kebahagiaan di akhir episode Akhir Januari 2005

Dunia yang Aneh

Banyak nurani yang telah menjadi mayat Bergelimpangan disetiap sudut Rasiaonalitas yang di kubur hidup-hidup Serta menghilangnya rasa kemanusiaan Telah membuat dunia ini menjadi tersedu Merintih pedih bak menyayat-nyayat Hingga tak tersisa lagi rasa belas kasihan Yang seharusnya tetap terjaga Kemana sang keadilan kini berada? Aku sesak dengan semua ini!!! Begitu banyak air mata bergelimpangan Atas dasar keserakahan perseorangan Kebusukan menjadi mulia Seolah-olah nista adalah suatu kewajiban Yang menuntut setiap orang berdusta Dan menginjak-injak kehormatannya sendiri Ooh... Aku tak kuasa menyaksikan semua ini Tapi Aku tidak dapat berbuat apa-apa Bahkan sikap diamku pun membuatku merasa berdosa Lalu, untuk apa hidupku ini?! 30 Januari 2005

Kekasihku, Aku...

“Aku kedinginan kekasihku hangatkanlah Aku dengan auramu biarkan Aku mendekam di antara buah dadamu agar dapat mencari kebekuanku jangan lepaskan Aku, kekasihku peluk Aku hingga ku terlelap dalam mimpiku belai Aku, kekasihku berikan semua gelora yang kau punya untukku Aku butuh kamu, kekasihku...” “genggam jemariku, kekasihku belai rambutku, kekasihku kecuplah bibirku, kekasihku bisikkan Aku kata cinta, kekasihku jaga Aku dengan segala kasih sayangmu lingdungi Aku dari dinginnya kehidupanku, kekasihku jangan.. jangan biarkan Aku sendirian, kekasihku tetaplah disampingku kekasihku, hanya untukku kekasihku, Aku...” At Night, 18 Januari 2005

Gadis dan Gerimis

1 Saat Aku memandangi kamu di pagi yang gerimis Kamu duduk memandangi kaca berbintik-bintik air Terpaku diam di dalam bus yang terjebak kemacetan Pikirku, “Apa yang sedang kamu renungi?” Aku berkhayal menebak-nebak, Apakah kamu seorang gadis yang sedang patah hati karena sebuah pengkhianatan oleh kekasihmu semalam? Atau kamu seorang gadis dengan latar belakang keluarga broken home dan pagi itu orang tuamu resmi bercerai? Atau kamu seorang gadis yang resmi menjadi pengangguran karena di perusahaan tempatmu bekerja terjadi pengurangan karyawan dan kamu salah satunya? Akh… terlalu banyak hal di dunia ini yang dapat membuat seorang gadis sepertimu menjadi menderita Banyak kemungkinan dapat terjadi tanpa mengenal ruang. Saat Aku memandangimu dari balik kaca yang berbintik-bintik air Aku melihat ada kehampaan di matamu Ada kekosongan yang terpancar dari pandanganmu Entah mengapa Aku jadi begitu perduli terhadapmu Padahal Aku tidak mengenal kamu. Dan kamu pun tidak mengenal Aku. Tapi Aku menj...

Kota Tua dan kenangan

Image
Men, hari ini gue ke Kota lagi. Beli parfum sekalian refreshing. Ternyata disana enggak ada yang jauh berbeda dan ternyata Kota selalu memberi ruang buat gue, men. Di sana gue selalu menemui kedamaian. Memang tadi gue gak sempet menelusuri Kota Toea. Sebenarnya hasrat gue besar ingin kesana, tapi waktu yang menghalangi gue, men. Gue jadi inget waktu gue, loe, dan pasukan loe, rame-rame ngelamar kerja di Hotel Classic. Terus kita rekreasi ke Kota Toea sama ke Museum. Gue udah enggak mau bertanya sama diri gue lagi kenapa disana selalu memberikan kebahagiaan buat gue. Gue mengakui memang Kota adalah syurga gue. Gue enggak begitu peduli sama orang-orangnya, yang gue perdulikan itu suasananya, lingkungannya: gedung-gedung tua yang sungguh artistik, jalanan yang bersih dan tersusun rapi, taman-taman dengan pohon-pohon besar yang rindang, stasiun yang kubahnya amat megah... Semua yang terasji disana seakan selalu menyambut hangat memberikan pelayanan yang terbaik buat gue. Sayang men, komuni...

Sajak Buat Pelacurku

Malam ini Aku teringat kamu Entah mengapa setiap Aku mengingat kamu Hanya satu tertuju: ranjang! Dan segala aktifitasnya Tak terhitung berapa malam kita geluti Kita menggeluti malam dengan saling bergelut Saling menyerang saling telanjang Dengan betinamu Aku terpuaskan Kau lemaskan Aku dengan hasrat kelabumu Entah cinta atau nafsu Yang saat itu tercipta di atas birahi Karena yang ku rasakan hanya kenikmatan Dan yang ku dengar malam itu bukan bisikan cinta Tetapi erangan… Kamu buru nafasku dengan nafasmu Tak kamu biarkan waktu menghitam Kamu memang wanita luar biasa Yang membuat Aku tak berdaya Di setiap ranjang yang beda Serta kamar yang berbeda Dan tidak pernah lupa, kamu keluarkan gaya yang berbeda beda Dengan tujuan yang selalu sama: Mencapai puncak orgasme bersama Kamu berikan kamu serahkan Seluruh tubuhmu untuk ku cumbui Tanpa kekecewaan dan tanpa penyesalan Kita merajut dosa… Hai pelacurku… Kau habiskan malam-malamku Hanya untuk birahimu Kau tuntun Aku ke syurgamu Bercengkrama d...