Posts

Showing posts from July, 2008

Gapai Bahagia

Nun Jauh di sana, bertahun-tahun yang silam, di sebuah kota kecil di India kuno, terlihatlah seorang pemuda sedang duduk termenung dekat sebuah taman, raut wajahnya penuh dengan ketidakbahagiaan, penuh kesal, dan mulutnya tak berhenti-henti mengeluarkan suara-suara keputusasaan. Tak jauh dari tempat pemuda tadi, terlihat seorang kakek yang lanjut usia, sedang mendatangi pemuda tadi, melihat wajah pemuda yang begitu acuh akan kehadirannya, bertanya lah dia: “Apa yang sedang kamu pikirkan wahai pemuda, kenapa aku melihat wajah mu penuh dengan kekesalan?” “Dimanakah aku harus mencari kebahagiaan, kenapa aku tidak dapat menemukannya?” Jawab pemuda tadi tanpa menoleh ke sang kakek yang lanjut usia. “Oh...kalo kamu ingin mendapatkan kebahagiaan, tangkaplah capung yang berterbangan di taman disamping mu itu, dan bawalah kepada ku, maka akan aku beri jawaban mengenai kebahagiaan setelah itu” sahut kakek tersebut. Dengan wajah malas, dan langkah gontai, diikuti permintaan kakek tersebut, pergil...

Sandarkan Sejenak

Image
Selalu ada yang beda, di setiap perjalanan waktu yang aku lalui selalu saja, warna-warni kehidupan memuncratkan keindahannya yang di tiap waktunya selalu aku rekam di dalam imajinasi pikiranku terkadang aku tuangkan dalam kata berbalut lukisan alam dan menjadi cerita dari salinan episode perjalanan hidupku ini. Sebagian, aku berusaha berbagi kisah dengan kalian dan sebagian yang lain terkhususkan hanya untuk dinikmati diriku, sendiri... Jawa Barat, 10-12 Juli 2008

Senandung Ketidakperdulian 1

Sekedar Ocehan Kami tidak membutuhkan belas kasihan dari kalian, tidak sama sekali. Karena kami mencintai hidup kami yang seperti ini. Tanpa larangan. Bebas. Setiap kali lampu lalu lintas itu berwarna merah dan kami bernyanyi di samping mobil kalian yang tertutup sangat rapat dengan kaca film yang meremang, kami tidak perduli apakah kalian didalam sana mendengarkan kami atau tidak, kami juga tidak perduli apakah kalian yang sedang sibuk memainkan komputer jinjing yang diletakkan di pangkuan kalian itu memperhatikan kami. Saat kami memutuskan untuk bernyanyi, tidak ada yang kami harapkan dari kalian. Karena kami bernyanyi memang untuk menyanyikan lagu-lagu yang mewakili perasaan dan kehidupan kami. Entah lagu itu merupakan lagu-lagu yang tidak sengaja kami lihat saat televisi-televisi di toko-toko itu menyala dan kami menyimpannya dalam daya ingat kami, lalu kami menyanyikannya lagi, walau dengan nada yang agak berbeda, maupun lagu itu kami karang sendiri secara lepas, sesuai dengan apa...