Posts

Showing posts from 2003

Terima kasih untuk hari ini

Bahagia haru menjadi satu bahkan aku tak bisa membedakan mana rasa bahagia dan mana yang rasa haru Yang pasti di saat ini aku merasa kehidupan sedang berpihak kepadaku Aku merasa di manjakan oleh kekaguman akan alam yang menyapa dengan kesegaran Terima kasih Tuhan di hari ini Kau memberikan aku kedamaian jiwa dan raga Dan terima kasih juga untukmu “Cahaya Hatiku” atas waktu dan sentuhan manismu di hari ini Belaian tangan dan kata sayang yang terucap dari bibir manismu telah menjadikan hidupku menjadi segar kembali seperti saat dulu di mana kita masih dapat selalu bersama Manja serta keluguanmu masih sama seperti dulu Serasa mimpi tapi ini nyata terjadi Bersamamu di hari ini… Walau kamu bukan utuh milikku lagi tapi aku yakin cintamu hanya akan ada untukku Aku yakin itu! Karena kita sama-sama tahu kalau rasa kasih kita akan selalu hidup untuk selamanya. 19 Desember 2003 _______________ - Dalam kenangan: Handini

Hari Ini Tidak Ada Cinta

Aku masih disini, di tempat ini, dan tetap sendiri. Tidak, tidaklah asing. Dulu, mungkin aku memang merasakan demikian. Tapi tidak halnya dengan sekarang ini. Aku malahan merasa biasa saja, tidak merasakan apa-apa. Tidak ada yang perlu di jadikan alasan untukku menderita. Toh penderitaan datang bukan karena ada dimana aku sekarang bernaung, tetapi bisa saja datang disaat saat yang memang tidak bisa aku elakkan kehadirannya. Mendekat lalu mencengkram dan menusuk dengan kuku-kuku tajamnya. Memang tidak mematikan, tetapi menyisakan luka yang akan selalu membekas di sepanjang hidupku. Menyedihkan? Tidak! Tidaklah menyedihkan. Karena kesedihan adalah keseharianku. aku makan dan minum dengan segala macam kesedihan yang disebabkan oleh segala macam penderitaan itu sendiri. Setiap kali teringat dengan yang namanya kebahagiaan, aku selalu teringat dengan satu kalimat yang akan selalu tertera secara jelas di dalam sanubari ini: aku memang sendiri! Aku akan tetap menjadi yang sekarang ini, dengan...

Tak Akan Pernah Tahu

Kamu memang tidak tahu apa yang aku rasakan Tidak, kamu tidak akan pernah bisa mengerti Karena hanya aku yang merasakan Sedangkan kamu tidak Mungkin kamu hanya punya pikiran tapi tidak mempunyai hati nurani yang dapat menggugah rasa Sehingga kamu hanya memikirkan satu hal: perasaanmu Tapi tidak merasakan yang aku rasakan Sampai kapan pun kamu tidak bisa rasakan dan tidak bisa mengerti dengan apa yang aku rasakan Sudahlah cukup! Agustus 2003