Posts

Showing posts from March, 2008

Tangisan Cinta

Selalu saja ada hal yang menyesakkan untuk kita nikmati sendiri, setelah kita mengetahui orang yang menyayangi kita berkata “Aku Sayang Kamu” dengan airmata membasahi pipinya di iringi sedikit isak yang tertahan. Sebegitu kuatnya kah ketulusan seorang wanita dalam mencintai seorang lelaki? Seakan di setiap tetesan airmata yang menetes secara perlahan itu, menandakan kedalaman dan ketulusannya dalam berkasih sayang. Sungguh luar biasa! Adalah kebodohan lelaki, yang menganggap ketabahan seorang wanita menjalani kisah-kasih cintanya sebagai sesuatu yang tidak pantas untuk dicerna sebagai ketegaran. Karena cinta seorang wanita datang bukannya tanpa perencanaan dan menghilang tanpa kesadaran. Datang dengan senyuman dan berkembang menjadi jalinan-jalinan asmara di dalam hatinya, lalu terekam untuk waktu yang sangat lama. Berkembang dengan semangat dan kepastian-kepastian yang nyata akan mendapatkan imbalan kebahagiaan. Tapi apa yang kini lebih sering di hadiahkan oleh seorang lelaki kepada s...

Senyum Hitam

Aku ingat saat kamu terakhir kali tersenyum kepadaku. Saat itu langit sudah menghitam dan tak ada bintang. Di pekarangan rumah yang dipenuhi dengan bunga-bunga. Kolam ikan yang menyuguhkan gemericik air terjun buatan Ayahmu. Dua bangku dan diapit oleh satu meja kecil, yang di atasnya tersedia minuman cocktail dan voodcha. Kita minum tapi kita tidak mabuk. Aku ingat saat kamu terakhir kali tersenyum kepadaku. Kamu mengatakan keikhlasanmu melepas semua ini dan melapangkan perasaanmu. Kamu juga bertingkah seakan-akan kamu tegar dan tidak lemah sambil menggenggam tanganku, dan kamu menatapku dengan miris, sementara Aku dengan tenang berucap dengan tulus: “Selamat tinggal!”. * * * Kini, dua tahun sudah berlalu sejak perpisahan kita di malam itu. Entah bagaimana kabarmu kini. Seolah-olah kamu memang ingin menghilang dari kehidupanku. Atau mungkin kamu memang sudah tidak ingin Aku ganggu. Biarlah, Aku mengerti dengan keadaan ini. Keadaan dimana Aku terpaksa meninggalkan kamu, entah wajib atau...

TENTANG KERINDUAN

Ada kerinduan yang selalu saja datang saat aku sedang tidak ingin terusik oleh perasaan itu, tetapi apa mau dikata, kerinduan itu datang dan nyata hadir dalam kesendirianku. Huh, selalu saja aku tidak dapat membunuh atau bahkan hanya sekedar untuk menahannya agar tidak menyerobot masuk ke dalam jiwa ini yang memang sedang membutuhkan kesendirian. Kenangan yang menghasilkan sebuah kerinduan akan terus abadi di dalam putaran alam bawah sadar yang dengan seenaknya sendiri, tidak mengenal waktu dan kondisi akan datang dan membunuh jiwa-jiwa yang sedang ingin kosong tanpa kenangan akan kerinduan. Rasa rindu kadang dapat membuatku menjadi seperti orang tidak waras yang mencampur adukkan tangis dan tawa di saat yang bersamaan, menggabungkan teriakan kemenangan dan rintihan lirih yang menyayat di waktu yang sama. Malah lebih sering rasa rindu itu membuat aku tidak berdaya dan hanya bisa terdiam membisu dengan tatapan kosong dan hanyut dalam kenangan-kenangan yang melenakan, hingga seakan-akan ...

sungai dalam rupamu

Image
Kupandangi aliran sungai yang tenang ini seketika itu juga ku bayangi kamu, cinta betapa teduh dan menenangkannya saat mataku bertemu dengan matamu Dan kutelusuri sungai ini sejauh langkahku menapak sambil kukhayalkan tentangmu, cinta tentang bagaimana indahnya tubuhmu yang kutelusuri di setiap lekuknya Sampai ku temui senja yang gemerlap memuncratkan kilau gemilang samar-samar kulihat kau datang membawa senyum rindu dalam lamunan Sungai Batanghari, 01 Maret 2008

Menuju Akhir

Image
jemari itu sangat hangat menggenggam, menuntunku menyusuri lorong-lorong putih sedikit menyilaukan aku tidak tahu mau diajak kemana tapi aku tidak dapat menolaknya sentuhan itu halus dan lembut aku terhanyut saat kubertanya kemana kau hanya menjawab, "istirahatlah kanda, tinggalkan dunia" setelah itu hanya ada ledakan cahaya dan aku tidak ingat apa-apa pasarjambi 02 Maret 2008