Posts

Showing posts from October, 2006

Tawa Dalam Kesendirian

Haha… Lagi, masa lalu datang dengan membawa kejutan-kejutan Yang walaupun sudah dapat di kira akan terjadi tetap saja menimbulkan perasaan mengenaskan Dan aku hanya bisa menghela nafas. Panjang. Huuhhh… Ternyata kesendirian ini masih terus membuntutiku, dari dulu hingga saat ini. Tidak pernah bosan. Haha… Awalnya aku berfikir bahwa kesendirian telah lelah bergelayutan dipundakku Hingga akhirnya dia memilih melepas dan menjauh dariku, karena berbondong-bondong keramaian dan keceriaan menghampiriku, bermain-main lalu menetap bersama hari-hariku. Tapi tidak, ternyata kehadiran merekapun hanya sementara. Tidak lebih hanya sekedar penghibur. Dan kini kesendirian datang kembali menyergapku dari belakang lalu memasuki jiwaku. Haha… Apakah ada yang lebih mengenaskan di kehidupan ini selain kita yang bersahabat dengan kesendirian??! Yang berdiri ditengah keramaian tetapi terasa sendiri, terasa kosong, terasa sunyi, seperti berada di kota mati? Ada di sekeliling orang-orang tercinta tetapi tidak...

Perjalana Luka 2

malam ini kembali sadari ku sendiri gelap ini kembali sadari kau t'lah pergi Langit disepuh kelabu hampir merata, gulungan ombak menampar batu-batu yang tersusun rapi memanjang ke arah lautan membuat aluanan nyanyian mendayu-dayu. Angin berhembus lembut membawa wangi asin, membelai pelepah kelapa dan membuatnya saling bergesek-gesekkan lalu membuat irama yang terdengar seperti mengiris dan meringis. Kapal-kapal berlayar entah kemana, sesekali terdengar entah dari mana suara peluit kapal yang terdengar seperti rintihan panjang dan tak berkesudahan. Senja, bersinar dengan lemah hanya sesaat lalu tertutup rapat oleh awan kelabu, langit perlahan demi perlahan meremang dan akhirnya menghitam. Aku masih sama seperti satu jam yang lalu, duduk diatas tumpukan batu memandang lautan, memandang langit dan mencoba memandang masa depan dengan bayangan yang samar-samar. Aku tepat berada disini, seperti tahun lalu pada kali kedua kita ketempat ini duduk berdua menikmati lautan sambil memakan nas...

Malamku dan Malam di Monas

Image
Malam ini aku kembali kesini, menyatukan lagi kerinduan yang telah lama terpisah Disini, di tempat ini... Ditempat ini, dibangku taman yang dihiasi lampu taman yang temaram Disini, ditemani lagu-lagu sendu tempo dulu Yang dimainkan anak-anak remaja yang duduk diatas rerumputan dan bersandar dibatang pohon palem Disini, yang juga ada kamu yang kini sedang tertidup disamping kiriku, terlelap. Aku satukan jiwa ini bersama malam Dan berharap tidak ada lagi jahannam Yang datang dan menghujam, dalam Tuhan, biarkan aku dalam damai ini Walau hanya untuk malam ini --dan tetap berharap untuk malam-malam berikutnya. Damaikan aku dengan malam dan dia Wahai kebahagiaan, jangan cepat berlalu Temani aku sampai nanti aku terlelap dalam keabadian Saat ini, malam ini, aku hanya ingin bahagia Dan tentunya dengan kamu, hai kasih.. Monas malam, 08 Oktober 2006