Bangku taman ini masih sama seperti satu bulan yang lalu, tidak berubah tempat. Tepat menghadap tugu monas yang berdiri tegak seperti melambangkan keangkuhan. Aku menatap dengan kagum tugu monas yang berkilau megah karena disorot lampu tembak dari berbagai sudut. Beberapa pohon palem juga menancap mantap beberapa meter tidak jauh dariku. Salah satu pelepah dari salah satu pohon palem itu mengering, bergelayutan dan hampir jatuh. Mungkin dengan sekali tiupan angin kencang akan benar-benar terlepas. Tapi angin di malam ini tidak berhembu dengan kencang, melainkan sepoi-sepoi. Dan tetap dingin. Ya, dingin. Dari tempat ku duduk rembulan membentuk sabit tetapi terhalang oleh pelepah-pelepah palem. Posisi rembulan itu ada disebelah kiri tepat bersebelahan dengan tugu monas. Ada tiga pasang muda-mudi duduk diatas rumput. Dua lelaki memainkan gitar dan satu lelaki yang lain memainkan tam-tam. Sedang para wanitanya bertepuk tangan, semuanya bernyanyi; kemesraan ini janganlah cepat berlalu kem...