Cerita Tentang Ketenangan
1. Ketenangan datang mengetuk pintu Hatiku dengan tangannya yang lembut, “Permisi wahai Hati, bolehkan Aku masuk?” Ketenangan menyapa dengan kehalusan, setelah Aku membuka sedikit daun pintu Hatiku. Lalu ketenangan menceritakan perihal kedatangannya, “Biarkan Aku singgah wahai Hati, walau hanya sementara, untuk bercerita. Aku adalah ketenangan yang sangat membutuhkan ketenangan. Aku adalah ketenangan yang tidak memiliki cahaya. Aku membutuhkan cahaya ketenangan, apakah kamu memilikinya wahai Hati?” Dan Aku tersenyum. Lalu Aku membukakan pintu Hatiku untuk ketenangan. “Masuklah, hai ketenangan”. Ketenangan masuk dengan langkah yang terseok, dan setelah mendekat langsung memelukku, lalu menangis... Lama Aku terpaku atas apa yang terjadi, lalu... Ku belai ketenangan yang sedang butuh ketenangan! Ku kecup ketenangan yang sudah tidak memiliki cahaya! Ku peluk ketenangan yang sangat menginginkan cahaya ketenangan! Kemudian kenangan bercerita, “Ketenanganku telah terenggut oleh seorang pecint...