Senandung Ketidakperdulian 1
Sekedar Ocehan Kami tidak membutuhkan belas kasihan dari kalian, tidak sama sekali. Karena kami mencintai hidup kami yang seperti ini. Tanpa larangan. Bebas. Setiap kali lampu lalu lintas itu berwarna merah dan kami bernyanyi di samping mobil kalian yang tertutup sangat rapat dengan kaca film yang meremang, kami tidak perduli apakah kalian didalam sana mendengarkan kami atau tidak, kami juga tidak perduli apakah kalian yang sedang sibuk memainkan komputer jinjing yang diletakkan di pangkuan kalian itu memperhatikan kami. Saat kami memutuskan untuk bernyanyi, tidak ada yang kami harapkan dari kalian. Karena kami bernyanyi memang untuk menyanyikan lagu-lagu yang mewakili perasaan dan kehidupan kami. Entah lagu itu merupakan lagu-lagu yang tidak sengaja kami lihat saat televisi-televisi di toko-toko itu menyala dan kami menyimpannya dalam daya ingat kami, lalu kami menyanyikannya lagi, walau dengan nada yang agak berbeda, maupun lagu itu kami karang sendiri secara lepas, sesuai dengan apa...