Posts

Showing posts from February, 2018

Langit Sepi | Sajak: Seno Gumira Ajidarma

langit sepi tiga burung hitam merendah menggoda ombak orang-orang yang berbondong ke pantai mungkin mencari saudaranya yang lenyap di seberang angin Parangtritis 1976 Penulis  : Seno Gumira Ajidarma Buku     : Mati mati mati

Detak | Sajak: Seno Gumira Ajidarma

pagi berdetak mengejar malamnya arloji berdetak mengejar waktunya pohin berdetak mengejar buahnya sungai berdetak mengejar lautnya siapa berdetak mengejar matinya Yogya 1976 Penulis : Seno Gumira Ajidarma Buka    : Mati mati mati

Musafir Kelana | Sajak: Kuntjoro, ST

Pelabuhan ini kelak kan kutinggalkan. Sudah terlalu lama berdiam disini. Pelabuhan yang dahulu gersang itu Kini telah subur, rimbun menghijau ini sejarah berawal mula... aku berlabuh di Pelabuhan ini secara aneh ya...sangat aneh... Karena Bukan aku yang menuju padanya akan tetapi ... justru ialah yang menepi ke perahuku kuambil saja hikmahnya bahwa rupanya ia telah tertulis di lauhul mahfuz...* dibawa takdir... untuk kami saling bertemu pelabuhan ini begitu tajam tatapan matanya bercahaya... berbinar binar... dan... jenaka... kupandang sejenak saja sangat sejenak aku melihat potensi hebat ada padanya bara apinya hanya butuh pemantik agar berkobar dan perlu arahan agar kobarannya bermanfaat maka tanpa berpikir panjang Akhirnya Perahupun kutambatkan, kuabdikan diri untuk membangun ulang kembali dirinya Kuperiksa sekeliling kiranya apa-apa yang perlu dibereskan dan diperbaiki ternyata memang benar Pelabuhan ini begitu mengagumkan tapi sayang ia tidak terawa...

Si Denok | Cerpen: Danarto

Suara nyanyian rame-rame itu..., Bung Karno siapa yang punya..., semakin mendekati pintu kamar tidur Presiden Soekarno di Istana Merdeka. Udara panas bulan Juni yang penuh kumandang revolusioner, ditingkah riang gembira, dan diakhiri dengan romantisme, memantapkan 6 Juni wajib dimeriahkan. Meskipun orang Jawa tidak pernah mengadakan selamatan pada hari kelahirannya, namun agaknya sayang jika hari ulang tahun Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi, dilewatkan begitu saja tanpa kue dengan lilin-lilin di atasnya yang harus diembus. Kepala rumahtangga istana membawa kue itu dan Bu Hartini mengetuk pintu kamar tidur. Para pagar ayu, yang terdiri dari sekitar tiga puluh orang dara ayu melantunkan suara nyanyian rame-rame itu semakin menanjak, Bung Karno siapa yang punya. Yang punya kita semua.... Dengan ogah-ogahan bangun dari ranjang, Bung Karno berjalan berjingkat-jingkat karena lantai penuh buku yang bertebaran, menuju pintu. Begitu pintu dibuka, Bu Hartini menghambur memeluk Bung Karno dan ...

Gadis Kecil Melintas di Yerusalem | Cerpen: Danarto

Pertempuran terus menderu. Sudah lima jam belum juga reda. Pasukan Israel merangsek pejuang Palestina yang bertahan. Di antara puing rumah dan toko pejuang Palestina menyembul dan menyelinap. Rentetan tembakan tentara Israel mengenai potongan-potongan tembok. Kami terjebak di Gereja Nativity, Yerusalem, tempat kelahiran Kanjeng Rasul Yesus Kristus. Sehabis umrah, kami sekitar lima belas orang menuju Palestina dengan bus. Kami singgah dan menginap di Amman, ibukota Yordania, mandi-mandi di Laut Mati. Dengan sejumlah bus, kami diangkut bersama dengan turis lainnya, kebanyakan dari manca negara seperti kami, menuju Palestina. Setelah melewati pemeriksaan yang melelahkan, sekitar lima jam, oleh petugas pemerintah Israel yang muda-muda, kami bisa masuk Palestina. Kami tiba di Jericho, kota kecil yang sepi. Terlihat seorang muda Palestina menjinjing senapan laras panjang, melintas. Kami salat Ashar di sebuah masjid yang agaknya sudah menjadi langganan agen pariwisata. Lengang. Kota ini berad...