Mati
Mati... mati... Kematian sangat santer aku cium, sungguh menyengat! Benarkah aku akan mati dalam waktu dekat? Aku tidak bisa memastikan, tetapi Malaikat Maut seakan-akan selalu membuntutiku setiap kali ku berjalan di kegelapan malam. Mengintaiku dengan matanya yang tajam, anehnya saat aku menoleh ke belakang aku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Karena hanya keremangan dan kesuraman yang ada. Dan aku merasakan bulu romaku berdiri. Dan juga hati yang berdesir. Apakah aku sok tahu tentang aroma kematian? Biarlah aku beritahu kepadamu bagaimana sesungguhnya aroma kematian itu dapat aku rasakan. Memang terlalu mengada bila ceritaku ini tidak di iringi dengan penalaran yang mendalam tentang sesuatu yang irasional. Berawal dari kecemasan-kecemasan dan ketakutan-ketakutan yang datang begitu tiba-tiba di kehidupanku. Mereka datang dengan kelebatan yang sangat cepat dan menyelimuti tubuhku dengan asap-asap gelap dengan seketika. Itu terjadi pada malam hari, disaat aku duduk-duduk di trot...