Posts

Showing posts from January, 2005

MATAHARI TIDAK PERNAH MERATAP

Matahari benderang Awan tersingkirkan angin Angin… angin… angin… Menghempas keteduhan Terik membuat dahaga Mengeringkan kerongkongan Menjadikan penderitaan Meratap… meratap… meratap… Wajah-wajah sendu di hembus angin Muka muka nestapa di biarkan meratap Panas serta mendampingi Menyebar aroma menyiksa Membelai alam dengan sayang Memeluk buaian asmara Matahari gentar meratap Awan di hembus angin dengan mantap Membiarkan cerita berlalu Tanpa kebahagiaan di akhir episode Akhir Januari 2005

Dunia yang Aneh

Banyak nurani yang telah menjadi mayat Bergelimpangan disetiap sudut Rasiaonalitas yang di kubur hidup-hidup Serta menghilangnya rasa kemanusiaan Telah membuat dunia ini menjadi tersedu Merintih pedih bak menyayat-nyayat Hingga tak tersisa lagi rasa belas kasihan Yang seharusnya tetap terjaga Kemana sang keadilan kini berada? Aku sesak dengan semua ini!!! Begitu banyak air mata bergelimpangan Atas dasar keserakahan perseorangan Kebusukan menjadi mulia Seolah-olah nista adalah suatu kewajiban Yang menuntut setiap orang berdusta Dan menginjak-injak kehormatannya sendiri Ooh... Aku tak kuasa menyaksikan semua ini Tapi Aku tidak dapat berbuat apa-apa Bahkan sikap diamku pun membuatku merasa berdosa Lalu, untuk apa hidupku ini?! 30 Januari 2005

Kekasihku, Aku...

“Aku kedinginan kekasihku hangatkanlah Aku dengan auramu biarkan Aku mendekam di antara buah dadamu agar dapat mencari kebekuanku jangan lepaskan Aku, kekasihku peluk Aku hingga ku terlelap dalam mimpiku belai Aku, kekasihku berikan semua gelora yang kau punya untukku Aku butuh kamu, kekasihku...” “genggam jemariku, kekasihku belai rambutku, kekasihku kecuplah bibirku, kekasihku bisikkan Aku kata cinta, kekasihku jaga Aku dengan segala kasih sayangmu lingdungi Aku dari dinginnya kehidupanku, kekasihku jangan.. jangan biarkan Aku sendirian, kekasihku tetaplah disampingku kekasihku, hanya untukku kekasihku, Aku...” At Night, 18 Januari 2005

Gadis dan Gerimis

1 Saat Aku memandangi kamu di pagi yang gerimis Kamu duduk memandangi kaca berbintik-bintik air Terpaku diam di dalam bus yang terjebak kemacetan Pikirku, “Apa yang sedang kamu renungi?” Aku berkhayal menebak-nebak, Apakah kamu seorang gadis yang sedang patah hati karena sebuah pengkhianatan oleh kekasihmu semalam? Atau kamu seorang gadis dengan latar belakang keluarga broken home dan pagi itu orang tuamu resmi bercerai? Atau kamu seorang gadis yang resmi menjadi pengangguran karena di perusahaan tempatmu bekerja terjadi pengurangan karyawan dan kamu salah satunya? Akh… terlalu banyak hal di dunia ini yang dapat membuat seorang gadis sepertimu menjadi menderita Banyak kemungkinan dapat terjadi tanpa mengenal ruang. Saat Aku memandangimu dari balik kaca yang berbintik-bintik air Aku melihat ada kehampaan di matamu Ada kekosongan yang terpancar dari pandanganmu Entah mengapa Aku jadi begitu perduli terhadapmu Padahal Aku tidak mengenal kamu. Dan kamu pun tidak mengenal Aku. Tapi Aku menj...

Kota Tua dan kenangan

Image
Men, hari ini gue ke Kota lagi. Beli parfum sekalian refreshing. Ternyata disana enggak ada yang jauh berbeda dan ternyata Kota selalu memberi ruang buat gue, men. Di sana gue selalu menemui kedamaian. Memang tadi gue gak sempet menelusuri Kota Toea. Sebenarnya hasrat gue besar ingin kesana, tapi waktu yang menghalangi gue, men. Gue jadi inget waktu gue, loe, dan pasukan loe, rame-rame ngelamar kerja di Hotel Classic. Terus kita rekreasi ke Kota Toea sama ke Museum. Gue udah enggak mau bertanya sama diri gue lagi kenapa disana selalu memberikan kebahagiaan buat gue. Gue mengakui memang Kota adalah syurga gue. Gue enggak begitu peduli sama orang-orangnya, yang gue perdulikan itu suasananya, lingkungannya: gedung-gedung tua yang sungguh artistik, jalanan yang bersih dan tersusun rapi, taman-taman dengan pohon-pohon besar yang rindang, stasiun yang kubahnya amat megah... Semua yang terasji disana seakan selalu menyambut hangat memberikan pelayanan yang terbaik buat gue. Sayang men, komuni...

Sajak Buat Pelacurku

Malam ini Aku teringat kamu Entah mengapa setiap Aku mengingat kamu Hanya satu tertuju: ranjang! Dan segala aktifitasnya Tak terhitung berapa malam kita geluti Kita menggeluti malam dengan saling bergelut Saling menyerang saling telanjang Dengan betinamu Aku terpuaskan Kau lemaskan Aku dengan hasrat kelabumu Entah cinta atau nafsu Yang saat itu tercipta di atas birahi Karena yang ku rasakan hanya kenikmatan Dan yang ku dengar malam itu bukan bisikan cinta Tetapi erangan… Kamu buru nafasku dengan nafasmu Tak kamu biarkan waktu menghitam Kamu memang wanita luar biasa Yang membuat Aku tak berdaya Di setiap ranjang yang beda Serta kamar yang berbeda Dan tidak pernah lupa, kamu keluarkan gaya yang berbeda beda Dengan tujuan yang selalu sama: Mencapai puncak orgasme bersama Kamu berikan kamu serahkan Seluruh tubuhmu untuk ku cumbui Tanpa kekecewaan dan tanpa penyesalan Kita merajut dosa… Hai pelacurku… Kau habiskan malam-malamku Hanya untuk birahimu Kau tuntun Aku ke syurgamu Bercengkrama d...