Nas, setelah jutaan tahun telah berlalu tanpa aku mengingatmu sedetikpun tapi entah mengapa kini aku mengingatmu kembali. Bayanganmu datang lagi dikehidupanku. Padahal sungguh mati aku telah melupakanmu dan menganggap kamu tidak pernah ada dikehidupanku. Nas, entah mengapa kini aku merindukanmu. Merindukan kebahagiaan yang pernah aku rasakan bersamamu walau hanya sesaat, sekejap. Lalu setelahnya cipratan noda darah membekas di tubuhku. Sampai kini... Mengapa bayanganmu harus hadir lagi, nas. Seharusnya semua kenangan tentangmu sudah lenyap dan tidak bersisa lagi. Karena kenangan bersamamu adalah semu dan kebahagiaan denganmu adalah pengkhianatan sebuah perasaan yang bodoh. Betapa tololnya perasaan ini, nas. Yang harus mengingatimu, kenangan tentang kekosongan. Ketidakbermaknaan waktu yang harus berceceran demi satu waktu sesaat demi sandiwara kebahagiaan yang pada akhirnya menjadi akhir ketidakbermaknaan hidup. Nas, terkutuk dirimu yang telah mencoret indah hidupku. Juga yang telah men...