Surat Terakhir

6

Aku yakin ini memang jalan yang terbaik untuk kita: Berpisah!
Setidak-tidaknya kita sudah sama-sama berusaha semaksimal yang kita mampu, tapi karena tidak menemukan titik temu, maka kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini.

Sama, seperti yang aku rasakan, kamupun pasti sudah sangat lelah dengan semua yang kita jalani. Pertikaian demi pertikaian selalu datang menghampiri kita tanpa kenal waktu dan tanpa lelah membingungkan perasaan kita. Entah itu faktor dari dalam, dari luar, atau segala yang berhubungan dengan kita.

HHhhh... ternyata kita masih belum bisa dewasa karena kita masih menganggap 'masalah' adalah musuh padahal aku ingin sekali kita bisa bersahabat dengan 'masalah'. Yeah, ternyata semua tidak bisa seperti apa yang aku harapkan, begitupun denganmu, menganggap semua ini tidak bisa menjadi seperti yang kamu harapkan. Ternyata semuanya memang harus berakhir. Dan harapan kita biarlah kita terbangkan bersama iring-iringan ketulusan doa:

"Melayang dan terbanglah hai harapan yang indah, maaf kami tidak bisa bersamamu, terima kasih karena telah sudi mampir di hati kami berdua, melayang dan terbanglah, capai dan sempurnakan keindahanmu hai harapan, lalu berbahagialah... kami yakin kamu bisa dan setelah sampai pada tujuanmu, tebarlah benih-benih harapanmu tentang sebuah keindahan cinta kepada para pecinta agar mereka bisa memaknai arti kata cinta yang sesungguhnya. Dan doakan kami juga, para pecinta, agar kami bisa memurnikan cinta di atas kasih sayang dan tidak dengan nafsu ambisi..."

Impian biarlah tetap terlelap di awan, kita tidak perlu mengusiknya, biarlah dia dengan tenang beristirahat. Perjuangan ini biarkan kita hentikan agar tidak memakan korban lagi, menggerogoti hati kita sedikit demi sedikit hingga nantinya akan terkikis dan habis. Mungkin ini memang yang paling baik dari berbagai pilihan kita yang terbaik.

Kamu merasa kehilangan, begitpun aku. Kamu masih sangat menyayangi aku, begitu juga aku. Tapi memang seperti inilah jalannya, mungkin cinta memang sudah menentukan garis kita; Tidak untuk bersama.
Berbahagia dan tersenyumlah untuk dihari ini dan nanti...

Masih, walau hanya sedikit
berharap kamu tertawa melewati ini
agar aku lega melenggang kaki
mengganti duka dan nyeri

Dengan bernyanyi dan menari
merobek dan membakar lembar usang
tertawa dan bersuka cita
... selamat tinggal

walau bagaimanapun,
aku masih sangat mencintaimu..



Cikarang,
disaat Matahari pagi bersinar pilu.
30 Juni 208


*Persembahan untuk Kartika, perwakilan dari Damar
(Sepasang Pecinta yang berduka ... )

Related Posts:

  • Istirahat Sejenakaku memang harus berhenti,menghentikan sejenak segala kegiatanku didunia ini.biarkan aku dengan penat ini,silahkan mencaciku dengan sebutan pengecutju… Read More
  • Aku Masih Ada...ren,dalam remang kamarku yang sumpek dan pengap tanpa ada ventilasi udaradan bau bacin yang keluar dari sampah berbagai makanan basi yang teronggok di… Read More
  • Senandung HidupSelalu saja ada hal baru yang tak dapat diperhitungkan sebelumnya,jatuh terpuruk disaat dan waktu yang tidak tepat.Banyak kejadian-kejadian yang tidak… Read More
  • kembali...ijinkan aku kembali datang,memuntahkan cerita dalam kata-kata seadanyatentang kejadian yang telah lalu,pengembaraan menjelajahi bukit-bukit waktu den… Read More
  • Khayalan Tentang DukaDan bila kau harus pergi jauh dan tak kembali Ku akan merelakan mu bila kau bahagia Selamanya.. disana.. walau tanpakuCepat atau lambat, kita pasti ak… Read More

6 comments:

Armstrong da Jimmy said...

take some benefit from all single thing that happen to you... dont ever felt done mistaken when the sad come...

semua yg datang pada diri kita pasti akan kembali padanya... tak terkecuali cinta...

hahaha lebay amat omongan gw... :P

Indah said...

putus cinta ya..kok jln sndiri2....

Anonymous said...

Bisa jadi kita akan lebih bahagia dengan melepaskan orang yang kita cintai, walau perih, pedih dan luka kan meneyelimuti di awal2 waktu yang kita lalui...
Tapi...semuanya memang tidak semudah omongan ya?

ROe Salampessy said...

Masih, walau hanya sedikit
berharap kamu tertawa melewati ini
agar aku lega melenggang kaki
mengganti duka dan nyeri

Dengan bernyanyi dan menari
merobek dan membakar lembar usang
tertawa dan bersuka cita
... selamat tinggal

walau bagaimanapun,
aku masih sangat mencintaimu..

hmmmm.... dalam amat

Amanda said...

om.... kok kejadiannya hampir sama sih sama aku T___T hikshiks. bytheway, makin hari makin mantep!

Anonymous said...

Sabar Din ...
kata para pujangga "Mencintai Tidak Harus Memiliki" dan bang andi sangat yakin dengan pendapat itu. Namun kalau bisa kita perjuangkan, kenapa kita harus melamuni kekalahan ...?