Permintaan Puisi

0

"Buatkan aku puisi yang romantis",
katamu dengan tatapan mata berharap.
Tapi aku tak pandai berpuisi, juga aku tidak pandai merangkai kata-kata dan menyusunnya untuk menjadi karangan tentang cinta. Jadi, maafkan bila kata-kataku ini terasa garing dan terasa gombal.

Entah sudah berapa juta kata yang aku keluarkan di dalam tulisan-tulisanku tentangmu di lembaran-lembaran kertas yang lain yang sebagian masih tersimpan dan sebagian yang lain kini entah ada dimana.
Menulis tentangmu bagiku adalah seperti meneteskan sedikit demi sedikit air kebahagiaan yang aku terima saat aku mengkhayalkan tentang indah dirimu dan betapa kebahagiaan terasa sangat hangat terasa saat ada didekatmu, bersamamu.

Hanya karena aku mencintaimu,
maka aku membiarkan tangan lemah ini menjadi kuat dan bergerak mengikuti perintah hati dan fikiranku untuk menuliskan sesuatu tentang dirimu, segalanya tentang dirimu.
Hanya karena aku mencintamu,
maka aku serahkan segala aliran kata-kata ini menyusun sendiri tentang bagaimana indahnya sosok dirimu dimataku.

Dengan kata-kata yang sederhana ini, aku mewakilkan segalanya tentangmu;
Berpuisi tentangmu berarti berpuisi tentang bintang-bintang yang kerlipnya mempesona yang juga berarti aku berpuisi tentang purnama yang menyempurnakan syahdu malam dengan pancaran teduhnya. Karena dirimu serupa bintang juga serupa purnama yang menghiasi malam dengan keindahannya sendiri. Yang berarti juga indah dirimu yang menyempurnakan kebahagiaan hari-hariku.

Itulah dirimu dan betapa romantis itu ada di dalam wajahmu,
disaat menatapmu saat malam tiba.

0 comments: