Satu, dua, tubuh sosok manusia datang lalu menegur sambil tersenyum dan menggandeng tanganku sangat erat lalu mendekap tubuhku serta mendekatkan bibirnya hingga menyentuh daun telingaku seraya berbisik hangat,
“Berikan saripatimu kepadaku!”
Dan aku selalu menjawab sama,
“Saat kamu mengenalku, saat itu juga aku menjadi pelayanmu tanpa diminta. Akan aku berikan pelayananku yang terbaik, jangan merasa takut aku akan meminta imbalan karena hanya dengan kamu bersedia menganalku dan mengakui keberasaanku akau sudah sangat senang!”.
Tapi tidak!!
Mereka datang hanya untuk bersenang-senang.
Atau lebih tepatnya: melakuan kesenangan untuk dirinya sendiri tanpa perduli dengan keadaan diriku.
Mereka sibuk menghisap dan meraup saripatiku sampai mereka menyadari bahwa aku sudah sekarat terkapar tanpa daya baru mereka berkata?
“Ada apa denganmu?”
Dan ironisnya anya empat kata itu saja yang terucap tanpa mau menarik tangaku untuk dapat bangkit kembali.
Lalu mereka perlahan demi perlahan menghindar dan pada akhirnya menghilang!
Walau dengan cara seperti seorang pengemis aku memohon agar dapat meminjam bahunya untuk menyandarkan kepala ini, walau hanya sebentar, tetap saja aku tidak bisa mendapatkannya.
Karena mereka langsung berpura-pura sibuk.
“Maaf, saya sedang tidak punya waktu”.
“Saya sedang banyak kerjaan”.
“Urusan saya sedang menumpuk”.
“Jangan ganggu saya!”.
“…”
Apakah kehidupan harus selalu seperti ini.
Dan apa manusia harus selalu sama dalam prilakunya?!
Biarkan ini menjadi pertanyaan yang aku tidak pernah berharap mendapatkan jawabannya!!
2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment