Ku rajut benang kerinduan dengan janin kematian
Dan ku bentuk menjadi baju hangat
yang akan melindungiku dari dinginnya keterasingan
akan diriku sendiri
Tetap saja,
walaupun Aku berusaha memahami pikiranku sendiri
dan mengikuti kehendaknya,
Aku tidak dapat merasakan kepuasan setelahnya.
Hal yang terlalu gila untuk ku Akui sendiri:
Aku menjadi semakin asing oleh diriku sendiri!!!
Bila pikiranku mengatakan bahwa Aku harus menangis
tetapi tubuhku ini malah mengekspresikannya dengan cekakakan tawa riang, padahal Aku menyadari bahwa itu adalah keterpura-puraan, kemunafikan.
Bodoh, tidak ada kekompakkan antara jiwa dan tubuh ini.
Seharusnya Aku berlinangan airmata saat hati ini berduka atau setidaknya ikut bersedih untuk menghargai sang hati.
Tapi ini tidak, seperti ada dua kubu yang saling bertolak belakang di dalam diriku ini.
Aneh.
Keluguanku telah berganti dengan keliaran
Ucapanku yang apa adanya menjadi berantakan
Dan membentuk suatu ungkapan yang tidak jelas
Kesopananku telah berubah dan kehilangan kendalinya
Tubuhku di kerubungi kemunafikan-kemunafikan
yang langsung memenjarakan “ke-apaada-an” ku …
Banyak yang telah berubah;
Manusia lahir, menjadi dewasa lalu mati
Hewan lahir, menjadi besar lalu mati
Pohon-pohon tumbuh, berbunga, berbuah lalu kering
Aku masih disini, menjadi sesuatu yang tidak jelas
Berkembang dan membentuk sesuatu yang aneh
yang tidak dapat dibaca oleh mata
Dan tidak bisa diartikan dengan hati maupun nurani.
Hatiku, ragaku, nuraniku, jasadku
Telah pergi meninggalkanku dan mencampakkanku
dan yang ada kini hanya sobekan-sobekan harapan
Yang walaupun menjadi utuh kembali
tetap tidak bisa menjadi kesempurnaan
karena banyak bagian yang hilang
Menghilang entah kemana!
Aku bukan diriku sendiri
Dan diriku ini bukanlah Aku yang sebenarnya …
Aku merindukan kuluguan dan kepolosanku
Aku merindukan diriku yang bayi saat itu
Dapat tertawa riang
Dapat menangis keras
Bersih dalam ketelanjangannya
Tanpa beban
Dan dosa . . .
Salemba Tengah, Malam, 13 Desember 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment