
Nyanyian hujan mendayu-dayu
Meratap mengemisi kehangatan
Yang hilang berganti gigil
Beku dalam dingin, dalam dingin.
Rintikan air jatuh dengan lambat
Memilih sendiri atau bergabung
dengan rintik yang lain di sebelahnya
Sebelum akhirnya terdampar bersama malam
Hujan bernyanyi tentang kerinduan
Tentang hangat yang telah padam
Hujan menangis dan terus bernyanyi
Sunyi dalam gelap, dalam malam
Dimana hangat, hujan bertanya dengan sunyi
Tik..tik.. hanya terdengar tetesan
Air hujan membentur aspal hitam
Selebihnya tak ada jawaban
Tapi hujan terus bernyanyi
Dan terus menangis…

Salemba Tengah, Awal Des 2006
0 comments:
Post a Comment