Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku. Sudah banyak kisah yang kita ciptakan, tak terhitung dengan pasti waktu yang kita lalui dan sekarang menghasilkan kekosongan belaka.
Semakin aku mengenal kamu, semakin aku tidak mengetahui dan bahkan mencoba untuk sedikit memahami kamu.
Kamu selalu menciptakan kegamangan yang mebuatku merasa makin dan semakin terpojok. Terlebih saat kamu datang dengan membawa airmata dan aku tidak tahu harus berbuat apa!
Aku ingin sekali dapat terus melindungimu, menjagamu dari segala kemungkinan yang akan terjadi.
Menjemputmu di ujung jalan serta mengantarmu sampai di ujung gang rumahmu
Memberikan sebagian waktuku untuk dirimu agar kamu merasa nyaman...
Tapi mengapa kamu menghalangiku, seakan-akan kamu menolak dengan halus berbagai keinginanku dengan kamu.
Kamu memberikan aku minuman, tetapi kamu melarang aku untuk meminumnya [?])
kamu selalu bercerita tentang berbagai kesedihan, seakan kamu orang yang paling menderita. Kamu merasa tidak ada yang menyayangi kamu, lalu aku bagaimana? Kamu berfikir tidak ada yang memperhatikan kamu, lalu aku?
Kamu bercerita kepadaku seakan kamu tidak melihat keberadaanku,
kamu tidak menganggap aku ada!
Kamu hanya menganggap aku sebagai benda yang tidak bernyawa dan tidak memiliki hati!
Kamu wanita yang sangat aneh!!!
Sungguh jika waktu bisa diulang, alangkah indah dan damainya kehidupanku tanpa mengenal kamu, aku menyesal...
Ada saat-saat dimana aku merasa sangat dihargai dan juga dihormati oleh kamu. Kamu belai kesedihanku dengan hangat kecupanmu,
mengajak aku bertamasya ke taman puspita. Aku bahagia...
Tapi, saat kamu bermain-main dengan kesenanganmu atau kesedihanmu yang sangat tidak membuat aku merasakan senang atau sedih atau memiliki simpati.
Kamu terus melakukannya dan tidak memperdulikan reaksi terhadap cerita-cerita yang kamu suguhkan, kamu berusaha mengubur kecemburuanku dengan bebatuan-bebatuan asmara kita.
Terlalu banyak luka yang aku terima dari ceritamu.
Akh...
Februari 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment