Aku Pulang, Mak...

12

Batu sungai terserak putih bintang bertabur gemerlapan cahaya

dipalut pualam pelangi persih peraduan ibu melepaskan duka

Pohon kemboja tunduk temungkul memayungi ibu beradu cendera

kusuma terapung tenggelam timbul di atas lautan angin daksina.


Esok pagi aku harus pulang, segera. Tidak ada alasan lain agar aku tidak bisa pulang. Karena aku sudah mempersiapkan segalanya. Janji-janji di hari esok dengan yang lain sudah aku batalkan, pakaian, barang-barang seperlunya dan oleh-oleh seadanya sudah aku masukan ke dalam ransel, paketan bunga rampai sudah aku pesan dan akan dikirim ketempatku malam ini.


Aku harus pulang, tidak ada yang dapat mencegahnya. Aku rindu Emak.


Harum bunga melenakan ibu, sepoi angin mengulikkan bonda

patikpun tunduk berhati mutu hendakpun menyepa tiada kuasa.

Dari jauh suara melambai rasa bonda datang menegur

di atas awan duduk serangkai dengan bintang angsoka hablur.


Sudah sebulan, malamku di temani mimpi-mimpi tentang rumah. Rumah yang kecil sederhana, dengan taman dan kolam ikan yang disekelilingnya di tanami bunga-bunga berbagai jenis.

Emak yang selalu siap setiap menyambut kedatanganku di depan rumah, tersenyum walau aku masih melangkah di ujung gang dengan langkah yang setengah berlari, tak sabar ingin mencium tangan dan memelukmu.

Emak yang selalu saja menyiapkan hidangan klasik kesukaanku: wedang jahe dan pisang goreng hangat.

Emak yang selalu tersenyum padaku sambil memijat-mijat lembut kakiku dan mendengarkan dengan tekun saatku bercerita tentang petualanganku melompati satu kota ke kota yang lain, hingga aku tak sadar terlelap karena lelah perjalanan.


Bunga rampai di atas rimba air selabu di pangkuan dinda

kami menangis tiada berasa terkenangkan ibu beradu cendera.

Bunga mawar bunga cempaka bunga melur aneka warna

dipetik dinda di halaman kita akan penyapu telapakan bonda.


Ahh, betapa kerinduan ini tidak tertahankan. Betapa wangi tangan Emak sudah dapat aku cium melalui kerinduan ini. Esok pagi aku akan pulang dan malam selepas isya aku pasti sudah sampai rumah. Tunggu aku di depan rumah ya, Mak...


Air selabu patik bawakan dari perigi dipagari batu

pada bonda kami sembahkan akan pencuci telapakan ibu.*




* Sajak diambil dari Amir Hamzah -- Bonda 2

12 comments:

Kang Boim said...

wah barusan mudik nh....memang paling enak tu pulang kekakmpung halaman....selamat bernostalgia...

Indah said...

Deu yg lg kangen emak,smga kangen terobati dee,buat ak jgn lp ya.

Anonymous said...

kampungnya dimana mas:D

Nur Adhi said...

Nice post. I like it!

Toni Blog said...

lagi pulang kampung atau udah pulang dari kampung mas?

Anonymous said...

nice blog.. :) kalimatnya mengalir ritmis..
hhm.. jd kangen nyokap gw..hehehe..

Anonymous said...

wah... syukur ajah emakku dekat jadi gampang kalo mo kangen2an... btw postingannya menyentuh banged...

Yoseline Adams said...

pulang, hayo pulang.... temuin emak di kampung, rindunya pasti wes e wes e wes...

BINTANG motor sport said...

mak...aku jg mau pulang mak...gmana nih...

adult indonesia said...

salam from indonesia blogger

http://videoandimage.blogspot.com
http://maturejoke.blogspot.com

The Diary said...

wah...di rumahku kemarin ada pisang goreng susu coklat hehehe... tuh aku bikin di blog hehehe

diriku adanya said...

Yuup...katanya sakit dah sembuh ya??
Opss...jangan lupa transfer oleh2 nya ya, die ke jogja OK Njeee...Ojo lali Otre...salam dengan emak Di rumah n titi n titi Dj yah...Gbu