Batu sungai terserak putih bintang bertabur gemerlapan cahaya
dipalut pualam pelangi persih peraduan ibu melepaskan duka
Pohon kemboja tunduk temungkul memayungi ibu beradu cendera
kusuma terapung tenggelam timbul di atas lautan angin daksina.
Esok pagi aku harus pulang, segera. Tidak ada alasan lain agar aku tidak bisa pulang. Karena aku sudah mempersiapkan segalanya. Janji-janji di hari esok dengan yang lain sudah aku batalkan, pakaian, barang-barang seperlunya dan oleh-oleh seadanya sudah aku masukan ke dalam ransel, paketan bunga rampai sudah aku pesan dan akan dikirim ketempatku malam ini.
Aku harus pulang, tidak ada yang dapat mencegahnya. Aku rindu Emak.
Harum bunga melenakan ibu, sepoi angin mengulikkan bonda
patikpun tunduk berhati mutu hendakpun menyepa tiada kuasa.
Dari jauh suara melambai rasa bonda datang menegur
di atas awan duduk serangkai dengan bintang angsoka hablur.
Sudah sebulan, malamku di temani mimpi-mimpi tentang rumah. Rumah yang kecil sederhana, dengan taman dan kolam ikan yang disekelilingnya di tanami bunga-bunga berbagai jenis.
Emak yang selalu siap setiap menyambut kedatanganku di depan rumah, tersenyum walau aku masih melangkah di ujung gang dengan langkah yang setengah berlari, tak sabar ingin mencium tangan dan memelukmu.
Emak yang selalu saja menyiapkan hidangan klasik kesukaanku: wedang jahe dan pisang goreng hangat.
Emak yang selalu tersenyum padaku sambil memijat-mijat lembut kakiku dan mendengarkan dengan tekun saatku bercerita tentang petualanganku melompati satu kota ke kota yang lain, hingga aku tak sadar terlelap karena lelah perjalanan.
Bunga rampai di atas rimba air selabu di pangkuan dinda
kami menangis tiada berasa terkenangkan ibu beradu cendera.
Bunga mawar bunga cempaka bunga melur aneka warna
dipetik dinda di halaman kita akan penyapu telapakan bonda.
Ahh, betapa kerinduan ini tidak tertahankan. Betapa wangi tangan Emak sudah dapat aku cium melalui kerinduan ini. Esok pagi aku akan pulang dan malam selepas isya aku pasti sudah sampai rumah. Tunggu aku di depan rumah ya, Mak...
Air selabu patik bawakan dari perigi dipagari batu
pada bonda kami sembahkan akan pencuci telapakan ibu.*
* Sajak diambil dari Amir Hamzah -- Bonda 2
12 comments:
wah barusan mudik nh....memang paling enak tu pulang kekakmpung halaman....selamat bernostalgia...
Deu yg lg kangen emak,smga kangen terobati dee,buat ak jgn lp ya.
kampungnya dimana mas:D
Nice post. I like it!
lagi pulang kampung atau udah pulang dari kampung mas?
nice blog.. :) kalimatnya mengalir ritmis..
hhm.. jd kangen nyokap gw..hehehe..
wah... syukur ajah emakku dekat jadi gampang kalo mo kangen2an... btw postingannya menyentuh banged...
pulang, hayo pulang.... temuin emak di kampung, rindunya pasti wes e wes e wes...
mak...aku jg mau pulang mak...gmana nih...
salam from indonesia blogger
http://videoandimage.blogspot.com
http://maturejoke.blogspot.com
wah...di rumahku kemarin ada pisang goreng susu coklat hehehe... tuh aku bikin di blog hehehe
Yuup...katanya sakit dah sembuh ya??
Opss...jangan lupa transfer oleh2 nya ya, die ke jogja OK Njeee...Ojo lali Otre...salam dengan emak Di rumah n titi n titi Dj yah...Gbu
Post a Comment